Tuturan Peristiwa: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

mentor

Tuturan yang berisi tentang peristiwa disebut dengan – Tuturan peristiwa, sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan salah satu bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan kejadian atau peristiwa yang telah terjadi.

Dalam linguistik, tuturan peristiwa memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri yang membedakannya dari jenis tuturan lainnya. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang tuturan peristiwa, mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, ciri-ciri, fungsi, hingga cara mengidentifikasinya.

Definisi Tuturan yang Berisi Peristiwa

Tuturan yang berisi tentang peristiwa adalah ujaran yang menggambarkan atau melaporkan kejadian yang terjadi pada suatu waktu dan tempat tertentu.

Tuturan jenis ini umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menyajikan fakta atau kejadian yang telah terjadi.
  • Menggunakan kata-kata yang merujuk pada waktu dan tempat tertentu.
  • Bertujuan untuk menginformasikan atau mendeskripsikan suatu peristiwa.

Contoh Tuturan yang Berisi Peristiwa

Berikut ini adalah beberapa contoh tuturan yang termasuk dalam kategori ini:

  • Kemarin, terjadi kecelakaan lalu lintas di persimpangan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin.
  • Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
  • Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang wilayah Yogyakarta pada tahun 2006.
Baca Juga :  Nama Lain Flowchart: Panduan Komprehensif

Jenis-jenis Tuturan yang Berisi Peristiwa

Tuturan yang berisi peristiwa adalah jenis tuturan yang melaporkan atau menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang telah terjadi.

Terdapat beberapa jenis tuturan yang berisi peristiwa, di antaranya:

Berita

  • Laporan tentang peristiwa terkini yang faktual dan objektif.
  • Menyajikan informasi penting dan relevan dengan akurat dan ringkas.

Laporan, Tuturan yang berisi tentang peristiwa disebut dengan

  • Laporan tentang peristiwa atau kegiatan yang telah terjadi.
  • Menyajikan informasi secara sistematis dan terperinci.

Riwayat Hidup

  • Narasi tentang peristiwa atau pengalaman hidup seseorang.
  • Menguraikan perjalanan hidup secara kronologis.

Kronik

  • Catatan peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu.
  • Menyajikan peristiwa secara objektif dan terperinci.

Catatan Harian

  • Catatan pribadi tentang peristiwa atau pengalaman sehari-hari.
  • Biasanya ditulis dalam gaya informal dan subjektif.

Ciri-ciri Tuturan yang Berisi Peristiwa: Tuturan Yang Berisi Tentang Peristiwa Disebut Dengan

Tuturan yang berisi peristiwa memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari jenis tuturan lainnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

Waktu yang Jelas

Tuturan yang berisi peristiwa biasanya menyatakan waktu kejadian secara jelas, baik dalam bentuk waktu lampau, sekarang, atau mendatang. Misalnya, “Kemarin, saya pergi ke pasar.”

Urutan Kejadian yang Logis

Tuturan yang berisi peristiwa menyajikan urutan kejadian secara logis dan berkesinambungan. Kejadian-kejadian tersebut disusun dalam kronologi yang dapat dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Tokoh dan Tempat yang Terlibat

Tuturan yang berisi peristiwa biasanya menyebutkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa tersebut, serta tempat terjadinya peristiwa. Hal ini membantu pembaca atau pendengar memahami konteks dan latar belakang peristiwa.

Tindakan atau Perbuatan

Tuturan yang berisi peristiwa berfokus pada tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang terlibat. Tindakan atau perbuatan ini menjadi inti dari peristiwa yang diceritakan.

Tujuan atau Hasil

Tuturan yang berisi peristiwa seringkali mengungkapkan tujuan atau hasil dari peristiwa yang terjadi. Tujuan atau hasil ini dapat berupa perubahan keadaan, pencapaian, atau kegagalan.

Baca Juga :  Colmek: Arti, Jenis, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Contoh Tuturan yang Berisi Peristiwa

“Kemarin, saya pergi ke pasar untuk membeli sayuran. Saya bertemu dengan teman saya di sana, dan kami berbincang-bincang sambil berbelanja. Setelah itu, kami pulang bersama.”Tuturan di atas memiliki ciri-ciri tuturan yang berisi peristiwa, yaitu:

Waktu yang jelas

“Kemarin”

Urutan kejadian yang logis

pergi ke pasar, bertemu teman, berbincang-bincang, pulang bersama

Tokoh dan tempat

“saya”, “teman”, “pasar”

Tindakan atau perbuatan

pergi, bertemu, berbincang-bincang, pulang

Tujuan atau hasil

membeli sayuran

Fungsi Tuturan yang Berisi Peristiwa

Tuturan yang berisi tentang peristiwa disebut dengan

Tuturan yang berisi peristiwa memainkan peran penting dalam komunikasi, karena memungkinkan kita untuk menyampaikan informasi tentang kejadian yang terjadi di dunia.

Fungsi Informatif

Fungsi informatif dari tuturan peristiwa adalah untuk menyampaikan informasi tentang kejadian yang telah terjadi atau sedang berlangsung. Misalnya, kita dapat menggunakan tuturan seperti “Mobil itu menabrak pohon” atau “Badai telah melanda pantai timur” untuk memberikan informasi tentang peristiwa yang terjadi.

Fungsi Direktif

Fungsi direktif dari tuturan peristiwa adalah untuk mengarahkan tindakan atau perilaku orang lain. Misalnya, kita dapat menggunakan tuturan seperti “Tutup pintunya” atau “Tolong bersihkan kamarmu” untuk mengarahkan tindakan orang lain.

Fungsi Ekspresif

Fungsi ekspresif dari tuturan peristiwa adalah untuk mengungkapkan perasaan atau emosi kita tentang suatu peristiwa. Misalnya, kita dapat menggunakan tuturan seperti “Saya sangat senang mendengar kabar baik ini” atau “Saya sangat sedih mendengar tentang kecelakaan itu” untuk mengungkapkan perasaan kita tentang suatu peristiwa.

Contoh Tuturan yang Berisi Peristiwa

Tuturan yang berisi peristiwa mengacu pada ujaran atau tulisan yang menggambarkan kejadian yang telah terjadi. Peristiwa ini dapat berupa kejadian nyata atau fiktif, dan tuturan yang menggambarkannya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan tujuan.

Berikut adalah beberapa contoh tuturan yang berisi peristiwa:

Berita

  • Gempa berkekuatan 7,8 SR mengguncang Turki dan Suriah, menewaskan ribuan orang.
  • Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.
  • Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung di Bali, Indonesia.
Baca Juga :  Kata-Kata Visi: Pendorong Motivasi yang Membentuk Masa Depan

Laporan, Tuturan yang berisi tentang peristiwa disebut dengan

  • Laporan keuangan perusahaan menunjukkan laba bersih sebesar Rp 1 triliun.
  • Laporan penelitian menemukan bahwa penggunaan ponsel pintar berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan.
  • Laporan investigasi mengungkap adanya korupsi di lembaga pemerintahan.

Narasi

  • Aku terbangun pagi ini dengan perasaan senang. Aku akan bertemu dengan sahabatku yang sudah lama tidak kutemui.
  • Kemarin, aku mengalami kejadian yang tidak terduga. Mobilku mogok di tengah jalan.
  • Tahun lalu, aku mengikuti lomba lari maraton dan berhasil mencapai garis finis.

Fiksi

  • Di sebuah negeri yang jauh, hiduplah seorang putri cantik bernama Cinderella.
  • Harry Potter dan teman-temannya bertarung melawan Voldemort dalam pertempuran terakhir.
  • Sherlock Holmes memecahkan misteri pembunuhan yang rumit.

Cara Mengidentifikasi Tuturan yang Berisi Peristiwa

Tuturan yang berisi peristiwa mengacu pada ucapan yang menggambarkan kejadian atau tindakan yang terjadi pada waktu tertentu. Berikut adalah cara mengidentifikasi tuturan yang berisi peristiwa:

Menunjukkan Waktu

  • Tuturan biasanya menyebutkan waktu kejadian, seperti “kemarin”, “hari ini”, atau “tahun lalu”.
  • Contoh: “Kemarin, saya pergi ke pasar.”

Menyebutkan Tindakan

  • Tuturan mengungkapkan tindakan yang dilakukan atau dialami oleh seseorang atau sesuatu.
  • Contoh: “Dia sedang membaca buku.”

Menggunakan Kata Kerja Aktif

  • Tuturan menggunakan kata kerja aktif, yang menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung atau telah terjadi.
  • Contoh: “Saya memasak makan malam.”

Memiliki Subjek dan Objek

  • Tuturan biasanya memiliki subjek yang melakukan tindakan dan objek yang menerima tindakan tersebut.
  • Contoh: “Kucing itu mengejar tikus.”

Kesalahan Umum dalam Mengidentifikasi Tuturan yang Berisi Peristiwa

Mengidentifikasi tuturan yang berisi peristiwa adalah keterampilan penting dalam linguistik. Namun, kesalahan umum sering terjadi, sehingga dapat menghambat pemahaman yang akurat.

Kesalahan umum dalam mengidentifikasi tuturan yang berisi peristiwa antara lain:

Mengabaikan Konteks

Kegagalan untuk mempertimbangkan konteks dapat menyebabkan misidentifikasi tuturan yang berisi peristiwa. Konteks menyediakan informasi penting tentang situasi dan peserta, yang membantu menentukan apakah suatu tuturan mengacu pada peristiwa.

Mengandalkan Kata-kata Tertentu

Mengandalkan kata-kata tertentu sebagai penanda peristiwa dapat menyesatkan. Kata-kata seperti “ketika” atau “karena” tidak selalu menunjukkan peristiwa, dan tuturan yang tidak mengandung kata-kata tersebut mungkin masih berisi peristiwa.

Mencampuradukkan Peristiwa dengan Keadaan

Peristiwa adalah kejadian yang terjadi pada waktu tertentu, sedangkan keadaan adalah kondisi yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Penting untuk membedakan keduanya, karena tuturan yang berisi keadaan mungkin tidak mengacu pada peristiwa.

Menafsirkan Tuturan Secara Literal

Tuturan yang berisi peristiwa sering kali menggunakan bahasa figuratif atau metaforis. Penting untuk menafsirkan tuturan secara kontekstual dan menghindari penafsiran literal yang dapat menyebabkan misidentifikasi.

Mengabaikan Peristiwa Implisit

Tidak semua peristiwa dinyatakan secara eksplisit. Beberapa peristiwa dapat disiratkan dari konteks atau bahasa yang digunakan. Penting untuk memperhatikan peristiwa implisit agar dapat mengidentifikasi tuturan yang berisi peristiwa secara akurat.

Artikel Terkait

Bagikan:

mentor

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.