PTDI Teken NKB dengan PINA untuk Biayai Pengembangan N219 dan N245




ptdi
Direktur Keuangan PTDI, Ahyanizzaman dengan Kepala Eksekutif Tim Fasilitasi Pemerintah dalam Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA), Eko Putro Adijayanto menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) saat perhelatan Indo Defence 2018. Foto: Ery.

Bertepatan dengan perhelatan Indo Defence 2018, Direktur Keuangan PT Dirgantara Indonesia (Persero)/ PTDI, Ahyanizzaman dengan Kepala Eksekutif Tim Fasilitasi Pemerintah dalam Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA), Eko Putro Adijayanto menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (NKB) terkait fasilitasi pembiayaan investasi non anggaran pemerintah terhadap penerima modal (Investee).

Fasilitasi PINA adalah mekanisme pembiayaan berbasis investasi tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Daerah (APBD) untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pesawat N219 Nurtanio yang pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana, sampai dengan saat ini masih menjalani serangkaian pengujian sertifikasi. Proses sertifikasi merupakan proses penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan karena akan digunakan oleh customer dan masyarakat umum.

Pesawat N219 Nurtanio nantinya akan diproduksi secara bertahap. Pada awalnya akan diproduksi 6 unit dengan menggunakan kapasitas produksi eksisting. Kemudian dengan menjalankan sistem automasi pada proses manufacturing, secara bertahap kemampuan delivery akan terus meningkat mencapai 36 unit per tahun.

Dalam rangka mendukung percepatan PSN (produksi pesawat N219 dan N245), Fasilitasi PINA dapat meningkatkan kapasitas produksi pesawat N219 Nurtanio dengan nilai investasi sekitar 100juta Dolar AS. Sedangkan rencana pengembangan pesawat N245 (pengembangan dari CN235) perkiraan biaya pengembangannya sekitar 300juta Dolar AS.

Tujuan NKB ini dapat menjadi landasan dalam membahas dan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mendorong peningkatan pembiayaan non-anggaran pemerintah terkait PSN dan sesuai prioritas rencana pembangunan nasional.

PTDI mengembangkan pesawat N245 dengan tujuan untuk mempertahankan sustainability daya saing pesawat terbang CN235 di pasarnya.

Pesawat N245 memodifikasi bagian ekor CN235. Ramp door atau pintu belakang akan dicopot sehingga bisa membawa penumpang sebanyak 50 orang.

Pesawat N245 akan dirancang lebih ringan meskipun ukurannya akan lebih panjang. Rencana pembuatan N245 telah memasuki tahap desain lewat pengujian di fasilitas wind-tunnel (terowongan angin).




Ayo baca ini juga….