PTDI Raih 78 Pesanan dan 88 Opsi N219




Dirut PTDI Elfien Goentoro (kanan) menyerahkan model N219 Nurtanio kepada Gubernur Kaltara N Irianto Lambrie. Hadir pula Bupati Puncak Jaya Willem Wandik (tengah belakang) yang juga berminat membeli pesawat butan PTDI dan Lapan itu. Foto: PTDI

Dalam tiga hari keiikutsertaan di Singapore Airshow, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani delapan framework agreement dan perkuatan kerja sama dengan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri. Dari penandatanganan tersebut, PTDI berhasil meraih pesanan 78 pesawat N219 Nurtanio dengan 88 unit opsi

Pada penandatanganan itu, enam di antaranya disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di gerai PTDI pada 7 Februari 2018. Sementara dua lagi dilaksanakan pada 8 Februari 2018 antara PTDI dengan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Pemkab Puncak Jaya berminat membeli satu pesawat N219 Nurtanio dengan opsi dua unit. Nantinya, pengoperasian dan perawatannya dilakukan oleh Pelita Air Service.

“Pesawat N219 akan menggerakan aktivitas masyarakat di Papua, terutama di wilayah Puncak Jaya. Aktivitas perekonomian dan mobilisasi warga diharapkan dapat berjalan dengan lancar,” kata Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI di Singapura, Kamis (8/2/2018), yang menandatangani kerangka kerja persetujuan dengan Bupati Puncak Jaya, Willem Wandik.

Sementara itu, Pemprov Kaltara akan membeli dua pesawat N219 Nurtanio dengan opsi satu unit. Sama dengan Pemkab Puncak Jaya, pengoperasian dan perawatan N219 Nurtanio yang dibelinya itu nantinya akan dilakukan oleh Pelita sebagai operator penerbangan.

Gubernur Kaltara, N Irianto Lambrie menyatakan keseriusannya untuk membeli N219 Nurtanio karena ingin mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kaltara. Hingga kini, 70 persen wilayah Kaltara merupakan kawasan hutan dan daerahnya relatif tertinggal dari banyak daerah lain di Kalimantan.

“Pertama niatnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan dan pedalaman, lalu untuk pelayanan kesehatan,” kata Irianto.

Sebelumnya, Pemprov Aceh juga menandatangani agreement framework untuk pengadaan 50 N219 Nurtanio. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf juga menyatakan keinginannya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan fasilitas penerbangan di Aceh.

Selain tiga pemerintah daerah, dua maskapai penerbangan, yakni Pelita Air Service dan Trigana Air, juga tertarik untuk mengoperasikan N219 Nurtanio. Pelita berminat memesan 20 unit dengan 80 opsi, sedangkan Trigana pesan lima unit dengan lima opsi.

Dengan pihak luar negeri, PTDI menandatangani agreement framework dengan Avitra Aerospace Technologies tentang pemasaran, pengadaan, dan produksi N219 Nurtanio untuk pelanggan di wilayah yang disetujui oleh kedua belah pihak. Dua lagi dengan Airbus Defence and Space (ADS) dan Airbus Helicopters (AH).

Dengan ADS, PTDI akan mengembangkan support & services pesawat CN295. Sementara dengan AH, PTDI melakukan affidavit tentang “kerja sama perdagangan, industri, dan layanan” berkaitan dengan pengembangan support & services lokal, termasuk kemampuan MRO (maintenance, repair, overhaul) di Indonesia.

“PTDI juga akan meningkatkan dan memperkuat hubungan dengan AH, terutama dalam peningkatan kemampuan product support, service center, dan MRO,” kata Elfien.