Wed. May 22nd, 2019

Pascalebaran AP II Caplok 25 Persen Saham Bandara Kertajati

Pesawat Boeing 737-800NG Garuda Indonesia ketika mendarat di Bandara Internasional Kertajati pada 24 Mei 2018. Foto: Reni Rohmawati

Pesawat Boeing 737-800NG Garuda Indonesia ketika mendarat di Bandara Internasional Kertajati pada 24 Mei 2018. Foto: Reni Rohmawati

Berdasarkan hasil keputusan rapat antara Angkasa Pura II (AP II) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (16/5/2019) pagi, pascalebaran perseroan tersebut akan memiliki 25 persen saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin pada Kamis petang mengatakan kepada IndoAviation bahwa perseroan memiliki tiga posisi di Bandara Kertajati.

Pertama, AP II sejak 22 Januari 2018 ditunjuk pemerintah sebagai operator Bandara Kertajati dan sekaligus memegang lisensi BUBU (Badan Usaha Bandar Udara).

“Posisi itu masih kami jalankan sampai dengan hari ini,” imbuhnya.

Kedua, AP II sudah menjadi pemilik aset Bandara Kertajati. Aset yang dimiliki adalah aset yang dibangun oleh pemerintah melalui APBN untuk infrastruktur di sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron.

“Itu sudah diserahkan oleh pemerintah kepada AP II. Nilainya kurang lebih hampir Rp900miliar,” sebutnya.

Ketiga, AP II di Bandara Kertajati juga sebagai developer (pengembang), karena perseroan menambah ukuran runway sepanjang 500 meter.

“Kami sudah mengeluarkan investasi kurang lebih Rp330miliar untuk membangun panjang tambahan lintasan runway 500 meter dengan berbagai kelengkapannya, termasuk juga perluasan apron, runway, taxiway, dan sebagainya,” jelasnya.

Terakhir, AP II juga akan mengeksekusi kepemilikan saham BIJB berdasarkan hasil keputusan rapat tersebut. Perseroan memastikan posisinya akan menjadi investor Bandara Kertajati pascalebaran.

“Yang terakhir, yang akan kita eksekusi berdasarkan hasil keputusan rapat tadi adalah memastikan bahwa posisi AP II di luar yang tiga tadi, kita juga akan sekaligus menjadi investor dengan rencana memegang 25 persen pemilikan saham di Bandara Kertajati,” ungkapnya.

Awaluddin menerangkan, hal-hal teknis terkait proses kepemilikan saham BIJB akan diselesaikan AP II sebelum Lebaran 1440H.

“Mudah-mudahan setelah lebaran akan kita tandatangani kesepakatannya. Kemudian secara resmi, berarti AP II juga akan menjadi pemegang saham dan sekaligus pengendalian perseroan untuk PT Bandara Internasional Jawa Barat,” tandasnya.

Baca juga ini ya...