Sun. Jun 16th, 2019

Menpar Dukung Maskapai Asing Layani Rute Domestik

pesawat

Pesawat ke-2000 dikirim Boeing untuk pelanggan mereka di China. Foto: Dok. Boeing.

Terkait rencana Presiden Joko Widodo yang ingin mengizinkan masuknya maskapai penerbangan asing melayani rute penerbangan domestik, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mendukung rencana tersebut.

Arief menilai langkah itu akan meningkatkan iklim kompetisi bisnis industri penerbangan di Tanah Air sehingga harga tiket pesawat semakin rendah dan dengan pelayanan yang semakin baik.

Ia mencontohkan dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), perusahaan telekomunikasi pelat merah. Menurutnya, Telkom saat ini semakin maju dalam pelayanan dan tarif karena bersaing dengan perusahaan asing seperti Indosat Ooredoo dan XL Axiata.

“Saya 30 tahun di Telkom. Kalau dibiarkan Telkom monopoli, maka pelayanannnya akan buruk. Maka berkompetisilah dan melayani yang terbaik dengan harga terbaik. Apa yang terjadi di Telkom? tidak ada apa-apa,” kata Arief Jakarta, Selasa (11/6/2019) siang, dikutip dari Republika.co.id.

Mengkiaskan industri telekomunikasi dan Telkom, Arief menyebut apa yang diwacanakan Joko Widodo sama sekali tidak masalah bagi industri penerbangan. Dengan catatan, hal itu selama maskapai bisa terus meningkatkan efisiensi biaya produksi dengan peningkatan layanan bagi konsumen.

“Agar menghindari penumpang rute domestik seolah tidak memiliki pilihan ketika ingin menggunakan transportasi udara seperti kondisi saat ini.”

Sebelumnya, Arief menyatakan, harga tiket pesawat rute domestik yang tinggi dapat melemahkan sektor pariwisata dari kunjungan wisatawan nusantara. Ia juga meminta agar maskapai, terutama untuk penerbangan berbiaya murah (LCC), dapat menurunkan tarifnya sebesar 30 persen.

Dia menilai, selain untuk menjaga kunjungan wisatawan nusantara terhadap destinasi wisata dalam negeri, masuknya maskapai asing ke Tanah Air juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Arief pun menyayangkan penurunan jumlah wisatawan terjadi. Dia khawatir jika kunjungan wisman tak bisa ditingkatkan, maka target 20 juta kunjungan wisman selama 2019 bakal sulit tercapai.

“Targetnya 20 juta, tapi proyeksi internal kami dan janji saya kepada Presiden itu 18 juta kunjungan. Ini target yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Baca juga ini ya...