Menjelajah Stasiun Gaya Moskow




Stasiun Kievskaya, Moskow. Foto: Reni Rohmawati.
Stasiun Kievskaya, Moskow. Foto: Reni Rohmawati.

Assalamualaikum semua …

Andai saja kota-kota besar kita punya akses metro subway atau kereta bawah tanah, boleh jadi kemacetan tak akan terjadi. Apalagi jika stasiun metronya seperti di Moskow, yang menjadi objek wisata yang ikonik.

Stasiun metro di Moskow ibarat ruang bawah tanah sebuah gedung yang mewah. Ruangnya berlantai marmer dan granit, juga penuh dengan karya seni mengagumkan dari epos realisme sosialis. Sampai-sampai Russia Beyond the Headlines (RBTH) membuat rute wisata untuk menjelajahi stasiun-stasiun metro yang paling menarik di Moskow.

Ada 12 lini dan 196 stasiun metro di Moskow, 44 di antaranya memiliki kategori warisan budaya. Setiap tahun rata-rata tujuh juta penumpang menggunakan fasilitas stasiun bawah tanah tercantik di dunia ini. Dengan harga tiket yang hanya 28 rubel (sekitar Rp7.000), bisa masuk ke beberapa stasiun yang buka pukul 05.35-01.00 ini. Pada tahun 2020, Metro Moskow yang berdiri tahun 1935 ini berencana membangun 78 stasiun baru dan memperpanjang jangkauannya hingga lebih dari 160 kilometer.

Stasiun paling ikonik adalah Ploshchad Revolyutsii (Lapangan Revolusi), yang didesain oleh arsitek ternama Rusia Aleksei Dushkin. Ada 76 patung perunggu berupa figur yang mendukung revolusi Rusia karya pematung Matvey Manizer. Patung-patung besar ini ditempatkan di relung mungil dinding stasiun. Unik!

Sebenarnya, petualangan menjelajah stasiun bawah tanah bisa di Moskow dimulai dari lini biru tua di stasiun Elektrozavodskaya yang menghubungkan Arbatskaya-Pokrovskaya di timur. Plafonnya unik dengan 318 lampu dan relief pada pilar di aula utama. Stasiun yang mulanya dibangun untuk menjadi stasiun energi listrik ini desainnya terbuat dari marmer Prokhoro-Balandino (Chelyabinsk).

Keindahan lainnya bisa dinikmati di stasiun Kievskaya, yang merupakan proyek Nikita Khrushchev. Desain dengan 18 ornamen mozaik Ukraina ini mengisahkan tentang hubungan Rusia dan Ukraina sejak masa “Pereyaslav Rada”. Saat itu, suku Cossacks dari Zaporizhie bersatu dengan Rusia dan bersumpah untuk setia pada Tsar.

Ada lagi stasiun Taganskaya, yang bertemakan perang. Pilar-pilar besar dan dinding lengkung stasiun ini terbuat dari marmer berwarna terang dan dihiasi panel yang menggunakan teknik majolika. Warna birunya melambangkan Perang Rusia.

Gaya kubah Romawi kuno juga tak ketinggalan diterapkan di stasiun Belorusskaya. Di tengah plafon terdapat 12 ilustrasi kehidupan masyarakat Belarusia, sedangkan lantainya berhiaskan motif ornamen khas Belarusia.

Stasiun Komsomolskaya dua kali saya amati, selain stasiun Ploshchad Revolyutsii. Desainnya bermotif barok Moskow yang digunakan sejak sebelum revolusi. Inilah puncak dari gaya imperial metro Moskow dari masa Stalin.

Masih banyak stasiun yang bisa dieksplorasi, tapi waktu memang membatasi. Waktu memang mengiringi kita, bahkan seluas langit pun tetap ada batasnya.