Sun. Feb 17th, 2019

Sangat Potensial, Kemenhub Harap Pemda Mampu Tingkatkan Layanan Bandara Lagaligo

Sebagai salah satu bandara yang sangat potensial, kami berharap agar pemerintah daerah dapat bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan (Bandara Lagaligo), agar jumlah wisatawan dan perekonomian daerah meningkat.

Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti beberapa waktu lalu.

Bandara Lagaligo terletak di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu yang berjarak 10 km dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Bandara ini selesai dibangun dan diresmikan pengoperasiannya 19 Oktober 2010.

Awalnya bandara ini dibekali fasilitasnya berupa landas pacu sepanjang 1.400 x 30 meter, apron 80 x 60 m dan taxiway 18 m x 191,5 m serta Gedung Terminal seluas 240m². seiring dengan meningkatnya volume penumpang, bandara ini dinilai sudah tidak dapat menampungnya.

Pemerintah kemudian mengembangkan kapasitas tampung Bandara Lagaligo, yang dilaksanakan selama satu tahun anggaran 2017. Sehingga bandara ini kini telah memiliki Gedung Terminal baru yang luasnya menjadi 1200m2.

Penerbangan perdana di Bandar Udara Lagaligo dilaksanakan pada tahun 2006 untuk angkutan udara perintis menggunakan pesawat Casa 212. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 28 Oktober 2016, pesawat Wings Air jenis ATR 72 melakukan penerbangan komersil perdana dengan rute Makassar- Bua.

Pada 18 Desember 2017, Garuda Indonesia mengikuti jejak Wings Air dengan melakukan penerbangan perdananya di Bandara ini, yang melayani rute Makasar-Bua menggunakan pesawat ATR 72.

“Ditjen Perhubungan Udara akan berupaya untuk mendorong keberadaan setiap bandara di daerah sehingga dapat menjadi penghubung daerah yang terisolir. (Sehingga) dapat menjadi gerbang udara bagi wisatawan selain menjadi jembatan udara bagi pendistribusian kebutuhan masyarakat,” tutup Polana.