Dua Dokter Gigi Balai Hatpen Bantu Tim DVI Polri Identifikasi Jenazah




Monica Shinta dan Meta Yunia, dokter gigi Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) Ditjen Hubud. Foto: BKIP Kemenhub
Monica Shinta dan Meta Yunia, dokter gigi Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) Ditjen Hubud. Foto: BKIP Kemenhub

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), M. Pramintohadi Sukarno menugaskan duo dokter gigi Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) Ditjen Hubud untuk membantu proses identifikasi jenazah korban pesawat B737 MAX 8 PK-LQP di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto (RS Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal tersebut dilaksanakan setelah ia berkoordinasi dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Bidang Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri).

“Kami telah berkoordinasi dengan DVI POLRI dan menginstruksikan Kepala Balai Kesehatan Penerbangan untuk mengirim dokter gigi guna membantu identifikasi korban JT 610,” kata Pramintohadi, Kamis (1/11/2018).

Balai Kesehatan Penerbangan memiliki data primer berupa data pemeriksaan gigi dari pilot, kopilot dan awak kabin pesawat PK-LQP bernomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.

Diharapkan kedua dokter gigi Balai Hatpen, Monica Shinta dan Meta Yunia dapat membantu mempermudah proses identifikasi.

Keduanya telah berkontribusi sejak 31 Oktober di RS POLRI. Meskipun keduanya dokter gigi, namun mereka membantu kerja tim DVI di posko Ante Mortem untuk mengidentifikasi seluruh jenazah yang telah ditemukan dan dibawa ke sana.

“Saya harap kehadiran tim kami dapat membantu percepatan penanganan identifikasi korban sehingga pihak keluarga dapat segera membawa jenazah keluarganya untuk dimakamkan,” tandas Pramintohadi.




Ayo baca ini juga….