Terkait QZ8501, Ini Rekomendasi yang Dikeluarkan oleh KNKT



Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merilis hasil investigasi kecelakaan penerbangan Indonesia AirAsia QZ8501 yang merenggut 162 nyawa pada 28 Desember 2014 lalu. Agar kejadian yang sama tidak terulang kembali, KNKT memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak, termasuk di antaranya untuk Indonesia AirAsia, Direkorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Airbus, Federal Aviation Administration (FAA), dan European Aviation Safety Agency (EASA).

Untuk Indonesia AirAsia, KNKT meminta perusahaan membuat standar prosedur komunikasi terutama pada saat pesawat di atas ketinggian 10 ribu dari permukaan laut. Ini dilakukan agar ada terminologi antar pilot, sehingga tidak terjadi interpretasi yang salah. Agar dilatihnya pilot untuk bagaimana mengambil alih kendali dari 1 pilot kepada pilot yang lain. Atau dengan kata lain metode mengambil alih kemudi dari pilot ke kopilot atau sebaliknya.

Bagi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, KNKT merekomendasikan agar melakukan training kepada awak pesawat sesuai dengan buku petunjuk atau aturan yang ada. Lalu agar ada aturan yang mewajibkan setiap maskapai memiliki sistem yang mampu mendeteksi dan memperbaiki kerusakan berulang. Berikutnya adalah agar ketentuan atau peraturan International Civil Aviation Organization (ICAO) dicantumkan di tiap-tiap pesawat. Juga termasuk tentang pilot in command. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga diminta agar mewajibkan pilot untuk melaporkan setiap kerusakan yang terjadi pada pesawat usai penerbangan. Ini untuk mencegah adanya pengulangan gangguan atau kerusakan sehingga dapat ditangani lebih optimal.

KNKT memberikan rekomendasi bagi Airbus agar membuat metode yang efektif pada sistem kendali. Lalu membuat metode pencegahan untuk membatasi kreativitas atau improvisasi pilot di luar prosedur yang akan berdampak pada penerbangan.  Selain itu, pabrikan asal Perancis ini diminta untuk memberikan pelatihan kepada seluruh pilot di seluruh dunia yang memegang lisensi Airbus ketika menghadapi upset condition. Dengan adanya upset recovery training, menurut KNKT, maka pilot akan mampu mengembalikan posisi atau sikap pesawat yang tidak wajar.

Terakhir, pihak yang mendapatkan rekomendasi dari KNKT adalah Federal Aviation Administration (FAA) dan European Aviation Safety Agency (EASA). KNKT mendukung permintaan BEA (badan investigasi kecelakaan dari Perancis) untuk memberikan rekomendasi berupa pembuatan program pelatihan pengambilalihan pesawat dengan kemudi yang tidak saling terkait.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply