PZL-104 Gelatik, Pesawat Hasil Lisensi dengan Polandia



PZL-104 Gelatik merupakan pesawat serbaguna hasil lisensi dari varian PZL-104 Wilga dari Polandia. Pesawat ini memiliki kemampuan STOL (short take off and landing) yang menggunakan desain high wing serta mengandalkan mesin Continental O-470-I atau O-470-L 6 silinder dengan pendingin udara, yang mampu memberikan kecepatan setinggi 203 km/h dan jarak jangkau 800 km.

Pada tahun 1961, Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP) menandatangani perjanjian kerjasama dengan CEKOP, produsen pesawat Polandia untuk membuat atau mendirikan industri aviasi di Indonesia. Kontrak ini meliputi pembangunan fasilitas manufaktur pesawat, pelatihan sumber daya manusia dan memproduksi PZL-104 Wilga di bawah lisensi, yang kemudian diberi nama “Gelatik”.

Penerbangan perdana PZL-104 Gelatik dilaksanakan pada 30 Desember 1963, yang mana Gelatik ini merupakan varian Wilga C yang notabene adalah varian ekspor untuk Indonesia. Sebanyak 44 unit Gelatik dibuat dan digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian (agricultural), transportasi ringan dan aero-club. LIPNUR (sekarang PT Dirgantara Indonesia) membangun sejumlah prototipe pesawat ringan dan pada tahun 1963 produksi PZL-104 Wilga di bawah lisensi Polandia dimulai. Pesawat Gelatik ini dilengkapi dengan brake handle, pump-switch, emergency release handle, pressure gauge, am-meter, shut off valve dan master cylinder actuater assembly. Selain itu, untuk kepentingan agricultural pesawat ini juga memiliki spray boom.

Pada tahun 1966, sebagai respons terhadap program baru di LAPIP yang membangun Gelatik, Prof O. Diran memperkenalkan kurses desain pesawat baru pada kurikulum Aviation Engineering. Pada kursus satu semester ini terdiri dari instruksi kelas dan desain khusus menjadi program wajib setiap mahasiswa aeronautika saat itu. Prof O. Diran dan muridnya terlibat aktif dalam pengembangan PZL-104 Gelatik di LAPIP, termasuk pengembangan tes penerbangannya. Ia dan sejumlah muridnya (antara lain Sulaiman Kamil) melakukan proses reserve-engineering untuk menghitung rekayasa desain pesawat Gelatik pada tahun 1967.

Gelatik sendiri merupakan salah satu dari sejumlah varian keluarga PZL-104 Wilga. Varian-varian dari Wilga antara lain Wilga 2, Wilga 3, Wilga 3A, Wilga 3S, Wilga C, Wilga 32 (Gelatik), Wilga 35, Wilga 35A, Wilga 35H, Wilga 35P, Wilga 80 dan PZL-104M Wilga 2000.

Selain TNI AU, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga pernah memiliki pesawat Gelatik ini. Pesawat ini diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi kepada UGM dengan SK Dirjen Dikti No 011/DJ/Kep/1980 tanggal 5 Februari 1980. Akan tetapi, keberadaan Gelatik milik UGM ini tidak diketahui secara pasti, namun naskah serah terima pesawat terbang PZL-104 dari Dirjen Dikti kepada UGM itu, serta buku petunjuk tentang pesawat tersebut saat ini tersimpan di Arsip UGM.

Karakteristik umum dari Gelatik, antara lain diawaki oleh seorang pilot dengan kapasitas angkut 3 orang. Gelatik memiliki panjang 8,1 meter; bentang sayap 11,12 meter; tinggi 2,96 meter; luas sayap 15,50 meter persegi; berat kosong 900 kilogram (1.984 lbs); gross weight 1.300 kilogram (2.868 lbs); dan ditenagai oleh sebuah mesin Continental O-470-I atau O-470-L 6 silinder dengan pendingin udara dengan kekuatan 213 hp (159 kW). Performa dari Gelatik antara lain memiliki kecepatan maksimum 203 km/jam dan jarak jangkau 800 km (497 mil).

Foto: Fikri Izzudin Noor / IndoAviation.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply