Kisruh AirAsia India, Pemegang Saham Saling Berseteru



Hubungan antar pemegang saham maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia India mulai memanas. Arun Bhatia, salah satu pendiri perusahaan penerbangan ini mengatakan bahwa AirAsia India melanggar hukum perundang-undangan di India. Pasalnya, AirAsia India dikontrol langsung oleh AirAsia Berhad yang berasal dari Malaysia. Oleh karena itu, dia akan membawa permasalahan ini ke pengadilan.

Arun Bhatia melalui perusahaannya Telestra Tradeplace bersama dengan Tata Sons merupakan pemegang saham mayoritas AirAsia India. Sayangnya, meskipun memegang sayam mayoritas, namun kedua perusahaan asal India ini malah tidak bisa mengontrol AirAsia India lantaran kontrol penuh berada di tangan AirAsia yang berasal dari Malaysia. Arun Bhatia menuding buruknya manajemen yang dilakukan oleh AirAsia membuat pertumbuhan AirAsia India lambat dan kerugiannya terus mengalami peningkatan. Selain itu, Arun Bhatia mengatakan bahwa perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga yang terafiliasi dengan AirAsia Group maupun perusahaan lain milik Chief Executive Officer AirAsia Group Tony Fernandes telah menghabiskan sangat banyak biaya.

Menurut Arun Bhatia, dia sudah mengatakan permasalahan ini kepada Tony Fernandes dan direksi AirAsia India, namun tidak ada perubahan yang berarti. Melihat kondisi yang dianggapnya tidak baik ini, Arun Bhatia akan membawa permasalahan ini ke pengadilan atau otoritas lain yang berwenang. “Saya akan membawa ini ke pengadilan atau otoritas terkait,” ujar dia.

Setelah adanya liberalisasi penerbangan di India, maskapai penerbangan asing memang diizinkan memiliki 49 persen saham di maskapai penerbangan India. Sebelumnya AirAsia India dimiliki oleh dua perusahaan India, Tata Sons dengan jumlah saham 30 persen dan Telestra Tradeplace sebesar 21 persen, sedangkan 49 persen sisanya dimiliki oleh AirAsia Berhad. Akan tetapi, kini komposisi saham AirAsia India sudah berubah, dengan rincian 41 persen saham dimiliki oleh Tata Sons, 10 persen milik Telestra Tradeplace, dan 49 persen dikuasai oleh AirAsia Berhad. Jumlah saham milik Telestra Tradeplace berkurang karena enggan melakukan investasi lebih lanjut karena buruknya performa perusahaan penerbangan itu, sedangkan Tata Sons dan AirAsia Berhad kembali mengucurkan dana bagi AirAsia India.

Meskipun demikian, AirAsia India sudah membantah pernyataan Arun Bhatia yang menyatakan bahwa perusahaan penerbangan ini dikontrol oleh induknya yang berada di Malaysia. “AirAsia (India) merupakan perusahaan yang dijalankan oleh dewan direksi dan tidak tepat jika ada yang mengatakan bahwa perusahaan ini dikontrol oleh pemegang saham dari Malaysia. Kami tidak mengomentari proses pada dewan direksi, tetapi cukup mengatakan bahwa mitra (AirAsia Berhad) memiliki hubungan yang baik dan berkomitmen terhadap perusahaan patungan ini,” kata Chairman AirAsia India S. Ramadorai, seorang yang sudah lama menjabat sebagai eksekutif di Tata Group dan pernah menjadi bos di Tata Consultancy Service.

Foto: Bangalore Aviation

Be the first to comment

Leave a Reply