Empat Pesawat Bakal Disingkirkan dari Bandara Hang Nadim



Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola Bandara Hang Nadim bakal menyingkirkan empat pesawat yang sudah lama terparkir di bandara itu. Penyingkiran pesawat dilakukan untuk membersihkan apron Bandara Hang Nadim. Apalagi keempat pesawat sudah lama tidak beroperasi dan hanya memenuhi tempat parkir pesawat.

Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan, pihaknya kini sedang menunggu surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sebelum menyingkirkan pesawat. Surat edaran itu akan menjadi senjata yang sah bagi BP Batam dalam menyingkirkan pesawat-pesawat mangkrak di Bandara Hang Nadim. “Informasinya pada minggu pertama September akan dikeluarkan edaran tersebut. Selanjutnya akan kami surati pemilik pesawat dan diumumkan, kemudian disingkirkan dari apron,” ujar Suwarso.

Empat pesawat mangkrak yang memenuhi apron Bandara Hang Nadim itu antara lain pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Sky Aviation, Boeing 737-300 milik New Jatayu Air, pesawat Antonov milik Interisland, dan sebuah pesawat kargo yang dimiliki Firstair. Menurutnya, pesawat milik Sky Aviation dan New Jatayu Air sudah setahun terparkir, sedangkan pesawat milik Firstair sudah bertahun-tahun tidak dioperasikan dan menjadi bangkai pesawat. “Nantinya akan disingkirkan jauh dari kawasan apron. Agar tidak mengganggu pesawat lain yang masih beroperasi,” kata Suwarso.

Belakangan ini, apron Bandara Hang Nadim sudah sangat padat oleh pesawat, terutama pada jam-jam sibuk. Tidak jarang pesawat perlu antre terlebih dahulu sebelum parkir di apron. Salah satu solusi yang diambil untuk menanggulangi permasalahan ini adalah dengan menyingkirkan empat pesawat yang sudah tidak aktif beroperasi. “Saat ini rata-rata per hari sudah ada 124 penerbangan di Hang Nadim. Sehingga saat puncak kepadatan pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, apron tidak lagi mampu menampung pesawat. Pesawat yang hendak masuk harus menunggu pesawat lain meninggalkan apron,” tukas dia.

Foto: Wikimedia

Be the first to comment

Leave a Reply