Dua Regulasi Ini Justru Bebani Industri Penerbangan Indonesia



Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia menilai ada dua regulasi penerbangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan justru merugikan dan membebani industri penerbangan di Indonesia, khususnya bagi maskapai penerbangan dengan skala menengah ke bawah. Dua regulasi yang dimaksud terkati dengan kepemilikan modal disetor dan batasan usia pesawat.

Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto mengatakan bahwa regulasi tersebut mestinya tidak diterbitkan karena tidak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Oleh karena itu, INACA melayangkan surat keberatan atas dua regulasi tersebut kepada Kementerian Perhubungan. “Kami sudah sampaikan ke Kememhub prihal keberatan atas dua aturan tersebut, tapi regulator tetap menjalankan dua aturan tersebut. Bagi airlines ukuran sedang ke bawah, mereka paling berat, tapi ya jalani aja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Hukum Udara Andre Rahardian menuturkan, kedua regulasi yang sudah dibuat oleh Kementerian Perhubungan itu perlu direvisi. Kementerian Perhubungan dinilai terlalu terburu-buru dalam menerapkan regulasi tersebut, ditambah lagi regulasi yang diterapkan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keselamatan di industri penerbangan. “Soal modal disetor misalnya, ini tidak terlalu penting karena Kementerian Perhubungan juga bisa melihat perkembangan usaha dari laporan keuangan yang disampaikan oleh maskapai secara berkala,” ujar Andre.

Terkait dengan usia pesawat, Andre menilai sebaiknya hal itu diserahkan kepada masing-masing maskapai penerbangan. Usia pesawat, kata dia, lebih banyak menyangkut terhadap pelayanan penerbangan, bukan keselamatan penerbangan. Dengan perawatan yang baik, pesawat tua pun masih bisa beroperasi secara maksimal tanpa mengurangi tingkat keselamatan. “Bahwa ada airlines yang punya usia pesawat lebih dari 10 tahun. Kenapa dulu tidak jadi masalah. Seharusnya, pemerintah melihat kondisi ekonomi dan industri saat ini, karena aturan itu berpotensi menyebabkan maskapai konsolidasi atau tutup,” tuturnya.

Foto: Yulianus Liteni/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Be the first to comment

Leave a Reply