Categories
Sundry Tales

Bola Api Meluncur di Langit Malam Perth Australia

Warga di Perth, Australia, kemarin malam (29/8) dikejutkan dengan penampakan benda misterius berupa bola api di langit malam. Benda yang diyakini sebagai meteor tampak membara dan menimbulkan bunyi ledakan.

Simak video berikut:

Categories
Sundry Tales

Masyarakat Transportasi Udara Galang Bantuan bagi Korban Gempa Lombok

Masyarakat Transportasi Udara peduli bencana. Kali ini kepedulian itu ditujukan pada korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. Digerakkan oleh Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah I Soekarno-Hatta Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, digalang bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok yang melibatkan para pemangku kepentingan penerbangan.

“Sudah seharusnya kita peduli kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana gempa bumi di NTB. Apapun bentuk bantuannya, mereka akan sangat senang dan terbantu,” ujar M Pramintohadi Sukarno, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara dalam acara Gerakan Nasional Masyarakat Transportasi Udara “Peduli Lombok” di Kantor OBU Wil I Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/8/2018).

Pramintohadi mengatakan, bantuan dari masyarakat penerbangan yang sudah terkumpul saat ini berupa donasi uang, barang, dan bahan makanan.Ada juga bantuan non material, seperti diskon biaya pengangkutan dan perpanjangan jam operasional Bandara Internasional Lombok (BIL). “Saya coba komunikasikan dengan teman-teman di sana, apa saja yang mereka butuhkan. Jadi, apa yang kita kumpulkan saat ini adalah apa yang mereka butuhkan,” ucapnya.

Menurut Pramintohadi, semua bantuan dicatat dan didistribusikan kepada korban. Proses pendistribusiannya melibatkan OBU Wil I Soekarno-Hatta dan OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai, serta pemerintah daerah setempat.

Kepala Kantor OBU Wil I Bagus Sunjoyo, mengajak Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombatta) untuk memberikan bantuan bagi korban gempa di Lombok. “Bantuan bisa diberikan langsung pada panitia di Kantor OBU Soekarno-Hatta,” ujarnya. Turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan Kantor OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai dan hadir Kepala Kantornya, Herson.

Perwakilan Kombatta yang juga CEO Indonesia AirAsia Group, Dendy Kurniawan menyatakan komitmen untuk membantu korban bencana di NTB. “Apa yang bisa kami bantu akan kami bantu dan berharap bantuan tidak akan berhenti di sini. Kami akan selalu memberikan dukungan bantuan penerbangan dari Jakarta atau tempat lain untuk mengangkut bantuan ke Lombok dan sekitarnya,” ujarnya.

PT Angkasa Pura (AP) I yang diwakili Corporate Secretary Handy Heryudhitiawan mengatakan, merupakan hal yang sangat baik untuk saling berbagi dan membantu saudara-saudara kita di Lombok dan sekitarnya yang tengah terkena bencana. “Sebelumnya, kami juga sudah menggalang dana bantuan, yang saat ini sudah terkumpul antara Rp700-800juta,” ujarnya.

Penggalangan dan pengiriman bantuan yang dikoordinasikan pemerintah itu dikukuhkan dalam dua surat yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara pada tanggal 13 Agustus 2018. Surat pertama perihal “Dukungan Pengangkutan Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di Lombok”. Disebutkan, maskapai penerbangan diharapkan dapat memberikan dukungan pembebasan biaya pengangkutan bagasi/kargo apabila terdapat lembaga/masyarakat yang akan memberikan bantuan kemanusiaan untuk bencana gempa bumi di Lombok.

Sementara itu, surat kedua perihal “Permohonan Bantuan Dukungan Partisipasi Gempa Lombok”. Melalui DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) mengimbau seluruh operator penerbangan AOC 121 untuk berpartisipasi mengirimkan relawan sampai ke lokasi bencana.

Menurut Pramintohadi, sejak kejadian gempa, stakeholder penerbangan sudah melakukan beberapa langkah antisipatif, seperti pengecekan bandara dan memastikan operasional penerbangan untuk proses evakuasi bisa berjalan dengan baik.

Berdasarkan instruksi Plt Dirjen Perhubungan Udara, AP I mengoperasikan BIL 24 jam pada 6-9 Agustus 2018 untuk melayani 16 penerbangan ekstra. Instruksi ini juga menyangkut pembukaan Bandara Selaparang untuk mengakomodasi bantuan kemanusiaan dari penerbangan militer mulai 8 Agustus 2018.

Berikut ini adalah bantuan dari masyarakat transportasi udara yang dikoordinasikan oleh Ditjen Perhubungan Udara.
– Kantor OBU Wil I Soekarno-Hatta: Barang-barang keperluan sehari-hari, makanan, pakaian layak pakai, dan obat-obatan.
– Kantor OBU Wil IV I Gusti Ngurah Rai: Tenda ukuran kecil, pakaian bayi dan anak-anak, enam kardus pakaian bekas untuk orang dewasa yang layak pakai, serta satu tas mainan anak-anak.
– AirNav Indonesia: 10 tenda komando berukuran 13x4x3 meter.
– AP I: Paket sembako, makanan, selimut, alas tidur, toilet portable, akses internet gratis bagi 6.000 orang penumpang yang terdampar di BIL, bantuan bagi BPBD Lombok berupa 1.000 sarung, 2.400 selimut, 1.000 mukena, 1.000 pasang sandal, 1.000 botol minyak kayu putih, 1.000 botol obat nyamuk, dan lima tenda peleton; . berencana memberikan bantuan untuk kegiatan Komunitas Transportasi Udara Peduli Lombok.
– AP II: 150 tenda komando ukuran 5×7 meter, yang diserahkan ke Posko BUMN Peduli di Lombok Utara.
– Garuda Indonesia: Sembako, dana via Bank Mandiri sebagai Koordinator BUMN sesuai rekomendasi Kemeneg BUMN, diskon 50 persen tarif kargo untuk pengiriman bantuan ke Lombok, dan mengirimkan 25 relawan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ke Lombok serta akan mengalokasikan bantuan pada minggu depan. Bantuan diserahkan melalui dana corporate social responsibility (CSR).
– Citilink Indonesia: Program CSR dan Citilink Peduli, di antaranya kerja sama dengan PMI mengangkut 12 ton cargo free, menyalurkan 100kg bagasi gratis dan cargo free, juga diskon 50% angkutan kargo dari institusi/pribadi/relawan.
– AirAsia Indonesia: 300 selimut, 200 boks mie instan, 35 tikar, 300 boks air mineral, lima tenda, obat-obatan, 80 sarung.
– Sriwijaya Air Group: 10 ton beras dan 100 boks air mineral yang dikirim melalui CSR untuk Lombok bekerja sama dengan Polda NTB, program FOC untuk pengangkutan kargo dari institusi/pribadi berupa 15 tenda peleton dan terpal, juga logistik (pakaian, makanan, selimut) sumbangan dari seluruh karyawan.

Categories
Sundry Tales

Beginilah Cara Kuda Asian Games 2018 Dikirim ke Indonesia

Sebanyak 39 kuda yang digunakan untuk cabang olah raga lomba berkuda  di Asian Games XVII dikirimkan ke Indonesia menggunakan pesawat terbang. Ke-39 ekor hewan kuda tersebut adalah milik negara Cina Taipei, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirates Arab, menggunakan pesawat Qatar Cargo, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, 14 Agustus 2018 pagi.

Di Bandara Internasional Soekarno Hatta, penanganan kedatangan kuda-kuda itu dilakukan oleh JAS Airport Services. Dalam proses yang berlangsung selama kurang dari 2 jam, kuda milik Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirates Arab dibawa ke Pulo Mas Jakarta Timur, sedangkan untuk hewan kuda milik negara Cina Taipei dibawa menuju Ds Limo Cinere Depok dikarenakan kuda dari Cina itu masih harus mengikuti proses karantina. Karantina dilakukan karena Cina termasuk Zona Merah akibat terjangkit flu burung.

Kandang khusus dipersiapkan untuk mengangkut kuda dari negara asalnya ke Indonesia. Foto: Dok. JAS Airport Service.
Kuda harus mendapat penganganan khusus agar tidak stres dan dehidrasi. Foto: Dok. JAS Airport Service.

“Total tonase ada mencapai 30 ton, dimana ke-39 kuda-kuda itu sendiri seberat 19 ton dan sisanya terdiri dari peralatan dan makanan kuda,” jelas Subiyono, Deputi Direktur Operasional JAS Airport Services. Ia menambahkan, JAS akan menangani kuda ASIAN GAMES sebanyak-banyaknya 4 kali sampai saat penutupan.

Kuda kuda untuk Asian Games itu harus ditangani dengan sangat khusus. Mereka tidak boleh menginjak aspal, atau tidak boleh stress dan kepanasan. Terkait hal itu, JAS menurunkan armada komplit seperti gabungan Hi Loader dari 10 sampai 30 ton sebanyak 3 unit, 3 ton Forklift sebanyak 2 unit,  dan 6 unit Towing Tractor, serta sebanyak 20 orang tenaga ahli yang menanganinya.  JAS juga bekerjasama dengan INASGOC, Karantina Hewan dan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Keterlibatan JAS berpartisipasi menyukseskan ASIAN GAMES memang bukan hanya di penanganan kuda-kuda ini saja. Pada 9 Agustus lalu, JAS juga telah resmi menambah 5 armada bus apron low deck yang pertama di Indonesia dan sekarang dipergunakan untuk perpindahan kontingen/penumpang dari pesawat ke terminal vv.