AP I Mulai Tindaklanjuti Proyek Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin



Proyek perluasan Bandara Sultan Hasanuddin mulai ditindaklanjuti PT Angkasa Pura I. Di antaranya, mempersiapkan lahan. Perusahaan sudah mempersiapkan dana sekitar Rp 320 miliar. Hal tersebut diungkapkan General Manager Angkasa Pura I, Cecep Marga Sonjaya.

“Masalah pengerjaan bandara selama ini diproses di kantor pusat baik masterplannya maupun desain Real Time Terminal (RTT), rencana teknis terperincinya. Tapi prinsip di masterplan dulu, Pak. Kalau disetujui direktorat jenderal perhubungan, maka nanti lanjut masalah terminalnya, yakni desain, seperti pembangunan Apron,” ujarnya saat dimintai keterangan di acara Media Gathering yang digelar oleh Angkasa Pura I di Hotel Swiss Belthotel, Jalan Ujung Pandang, Makassar.

Rencana pembangunan dan perluasan bandara membutuhkan tanah yang cukup luas. Menurut Cecep, untuk masalah pengadaan tanah belum terlihat problem yang signifikan.

“Tapi sebenarnya kami masih butuh tanah. Kita kan masih membebaskan lahan sekitar 7,6 hektare, dan masih sisa 12,6 hektare yang ingin kita bebaskan untuk pengembangan bandara,” ujarnya.

Tahap pertama pembangunan sendiri akan akan dimulai dari perluasan terminal. Untuk pengadaan dananya, Cecep masih belum bisa memberikan rinciannya secara lengkap.

“Masalah dana masih belum terperinci yah, tapi kita sudah mulai dihitung di pusat, berapa anggaran yang akan dihabiskan. Tapi kalau secara korporasi kita sudah mengeluarkan obligasi di kantor pusat untuk pengembangan bandara di Jogjakarta, Banjarmasin, Semarang dan terakhir di Makassar. Artinya di bursa efek sudah ada obligasi kita,” tegasnya.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com