2016, Keuntungan Maskapai Asia Diperkirakan Capai US$ 6,6 Miliar



International Air Transport Association (IATA) baru saja mengeluarkan hasil perkiraan keuntungan industri penerbangan pada tahun 2016. Hasilnya, pada tahun depan maskapai penerbangan Asia diperkirakan mendapatkan keuntungan total sebesar US$ 6,6 miliar atau lebih tinggi US$ 800 juta dibandingkan dengan keuntungan pada tahun 2015.

IATA mengatakan bahwa tingginya keuntungan yang didapatkan oleh maskapai penerbangan Asia dipicu oleh rendahnya harga bahan bakar dan meningkatnya lalu lintas penumpang di tahun 2016. Jumlah penumpang diperkirakan akan naik dari 6 persen di tahun 2015 menjadi 8,4 persen di tahun 2016. Umumnya lalu lintas penumpang yang tinggi ini dipengaruhi oleh kenaikan jumlah penumpang di pasar yang sedang berkembang seperti China, India, dan Indonesia.

Meskipun demikian, keuntungan yang didapatkan oleh industri penerbangan ini sangat kontras dengan industri lainnya di dunia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple misalnya, pada tahun 2014 berhasil mendapatkan keuntungan bersih sebesar US$ 18 miliar, sedangkan seluruh maskapai penerbangan di Asia jika digabungkan hanya akan mendapatkan keuntungan sebesar US$ 6,6 miliar pada tahun 2016. Keuntungan yang didapatkan oleh maskapai penerbangan Asia itu setara dengan hanya US$ 5,13 per penumpang.

Keuntungan maskapai penerbangan secara global di seluruh dunia diperkirakan mencapai US$ 36,3 miliar di tahun 2016, naik dari angka US$ 33 miliar tahun ini. Maskapai penerbangan di Amerika Utara diperkirakan mendapatkan keuntungan paling besar di tahun 2016, mencapai US$ 19,2 miliar atau 53 persen dari total keuntungan maskapai penerbangan global, dengan rincian keuntungan US$ 21,44 per penumpang. Besarnya keuntungan yang didapatkan oleh maskapai penerbangan asal Amerika Utara ini karena perusahaan sangat ketat dalam mengelola kapasitas kursi terkait dengan permintaan penumpang.

Sementara itu, maskapai penerbangan asal Eropa diperkirakan mendapatkan untung sebesar US$ 8,5 miliar dengan rata-rata keuntungan per penumpang sebesar US$ 8,8 pada tahun depan, sedangkan maskapai penerbangan asal Timur Tengah yang sangat agresif melakukan ekspansi diprediksi mendapatkan keuntungan kolektif sebesar US$ 1,8 miliar atau setara dengan US$ 7,97 per penumpang.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply