Upaya Garuda Meningkatkan Kinerja Maskapai




Pesawat Boeing 737-800NG Garuda Indonesia ketika mendarat di Bandara Internasional Kertajati pada 24 Mei 2018. Foto: Reni Rohmawati
Pesawat Boeing 737-800NG Garuda Indonesia ketika mendarat di Bandara Internasional Kertajati pada 24 Mei 2018. Foto: Reni Rohmawati

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury menyayangkan banyaknya pemberitaan yang menyatakan bahwa maskapai penerbangan BUMN ini tidak progresif dan berkinerja kurang baik. Menurut dia, faktanya kinerja operasional Garuda makin membaik.

“Kinerja operasional itu bisa kita lihat dari OTP (on time performance). Selama triwulan pertama, OTP kita mencapai 88 persen, naik 2 persen dari periode yang sama tahun lalu yang 86 persen. OTP ini menggambarkan kelancaran operasi penerbangan,” tutur Pahala pada acara buka puasa bersama dengan jurnalis di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dia menambahkan, pencapaian OTP Garuda yang terus menunjukkan peningkatan itu sejalan dengan hasil laporan pemeringkatan tingkat ketepatan waktu yang dikeluarkan OAG (Official Airline Guide). Pada April 2018, Garuda menduduki peringkat ketiga dengan rata-rata OTP 85,10 persen, sementara Citilink Indonesia di peringkat pertama dengan OTP 89 persen. “Jumlah penerbangan Garuda kan lebih banyak; 18.000 flights,” ujar Pahala.

Dalam layanan pelanggan, kata Pahala, sampai saat ini Garuda masih menjadi maskapai bintang lima atau five stars airline. “Tidak banyak maskapai yang mencapai itu. Hanya ada 10 di dunia, seperti Singapore Airlines, Lufthansa, Etihad Airways,” ucapnya. Capaian dalam kinerja keuangan juga membaik dengan memangkas kerugian 36,5 persen.

“Apa yang kita lakukan untuk meningkatkan kinerja kita? Kita tingkatkan utilitas pesawat menjadi 9 jam 41 menit; meningkat 22 menit per pesawat. Kita juga melakukan renegotiation dengan 12 lessor dan pihak lain yang terkait dengan biaya-biaya, sehingga biaya-biaya Garuda turun,” papar Pahala.

Untuk meningkatkan utilitas armada pesawatnya, Garuda mengembangkan rute-rute baru, seperti Makassar-Selayar dan Ambon-Baubau. Terutama untuk meningkatkan utilias pesawat Bombardier CRJ1000 dan ATR 72-600 yang 5-7 jam per hari, juga diluncurkan program Eco-Basic. Program “#sekarangsemuabisa naik Garuda” ini bertarif rendah kelas ekonomi dengan pembatasan layanan.

Menjelang masa sibuk Lebaran, Garuda pun sudah menyiapkan kapasitas tambahan 64.110 kursi. Kapasitas tambahan itu melalui pengoperasian pesawat berbadan lebar (wide body) 20.500 kursi dan penerbangan ekstra (extra flight) 43,610 kursi. Sementara Citilink menyiapkan 86.400 kursi tambahan.




Ayo baca ini juga….