Target 50 Juta Ton Kiriman Barang Ingin Diraup Lion Parcel




Lebih dari 9,6 juta ton atau dibulatkan 10 juta ton kiriman barang (parsel) diraup Lion Parcel pada tahun 2018. “Tahun 2019 ini targetnya lima kali lipat dari tahun lalu,” kata Farian Kirana, CEO Lion Parcel pada acara penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 Provision of Domestic Courier Service kepada PT Lion Express yang menaungi Lion Parcel dari SGS Indonesia di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Menurut Farian, basis dari target pencapaian untuk meraup sekitar 50 juta ton kiriman barang itu adalah laju pertumbuhan e-commerce dan e-digital di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan jumlah kiriman parsel itu tiga kali lipatnya, sementara Lion Parcel optimis bisa lebih dari itu, bahkan mencapai lima kali lipatnya.

Untuk mendukung hal tersebut, kata Farian, Lion Parcel akan merekrut 5.000 pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Saat ini baru lebih dari 1.000 ojol yang bergabung, 500 ojol di antaranya beroperasi di Jabodetabek. Untuk mengerahkan ribuan ojol dengan lebih efektif, saat ini Lion Parcel sedang proses pembuatan sistem berbasis digital yang segera diluncurkan.

Bukan cuma ojol, Lion Parcel juga bermitra dengan lebih dari 4.000 agen pengiriman barang, bahkan sejumlah BMD (Bina Masyarakat Desa), untuk pengiriman door to door di desa-desa. Mitra lainnaya adalah PT Pos Indonesia melalui kantor-kantor pos di Indonesia.

Farian mengatakan, Lion Parcel ditargetkan untuk menjadi perusahaan jasa pengiriman nomor satu di Indonesia. “Juga yang tercepat karena didukung oleh armada ratusan pesawat terbang yang dioperasikan Lion Air Group,” ungkapnya.

Untuk menjadi nomor satu dibutuhkan kepercayaan dari masyarakat pengguna jasanya. Maka kualitas manajemen dan sistem harus terus ditingkatkan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari PT SGS Indonesia pun diraihnya.

‘Prosesnya dimulai pada 24-26 Juli 2018, diawali dengan audit internal dan dilanjutkan dengan audit eksternal oada 24-26 Agustus,” kata Victor Ary Subekti, Chief Commercial Officer Lion Parcel. Pada 24-26 Oktober 2018, Lion Parcel pun lulus audit eksternal dengan nilai 93,3%. “Total dokumentasi yang diaudit ada 1.286 pages, tentang prosedur, work instrument, dan lain-lain,” tambah Victor, seraya menegaskan bahwa audit akan terus dilakukan untuk sistem berkelanjutan.

Menurut Commercial Manager PT SGS Indonesia Yanita Taswir, perusahaan jasa pengiriman bukan hanya mengandalkan kecepatan, tapi mutu juga harus terjaga. “Tujuan ISO itu demikian dan Lion Parcel sudah bisa meraih sertifikat ISO 9001:2015,” ucapnya.

Farian pun bangga. “Meraih ISO ini sebagai bukti nyata bahwa kita punya kualitas dan komitmen yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas itu,” ujarnya.




Ayo baca ini juga….