Sun. Jun 16th, 2019

Sudah Dapatkan Angka Ideal, Kemenhub Segera Tentukan Tarif Ojek Online

Ilustasi tarif angkutan ojek online. Sumber gambar: Katadata.

Tarif ojek online hingga kini selalu menjadi perbincangan hangat di antara pengemudi karena ingin ada kejelasan. Terkait hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan segera menentukan tarif angkutan jenis ini karena telah mendapatkan angka yang ideal.

“Dari 5 kota besar yang kami datangi, ini unik karena pemikiran di daerah berbeda-beda, bahkan terkadang berbeda dengan yang ada di pusat. Kami bersama Tim 10 telah melakukan penghitungan, ada 11 komponen yang menjadi pertimbangan dari biaya langsung dan biaya tak langsung,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi saat konferensi pers di Kemenhub, Rabu (13/2/2019).

Biaya langsung merupakan biaya yang dikeluarkan pengemudi saat menarik penumpang seperti bensin, oli, dan lainnya. Sementara biaya tak langsung adalah biaya yang tidak langsung dikeluarkan saat itu.

“Kami sudah mendapatkan angka yang ideal sebenarnya, namun angka ini belum kami keluarkan dalam regulasi baru ini. Nantinya akan ada Surat Keputusan Menteri yang ditandatangani oleh Dirjen Hubdat atas nama Menteri Perhubungan untuk menjadi pedoman bagi pimpinan daerah untuk melakukan penghitungan tarif,” jelas Budi.

Dia juga mengatakan, mengenai tarif ojek online, sebagai biaya jasa dalam Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM), memang belum ditentukan ke depannya apakah akan diterapkan satu tarif yang sama secara nasional atau menggunakan sistem zonasi seperti dalam PM.

“Nanti juga akan kita lihat apakah dengan tarif ojek ini, masyarakat masih punya daya beli atau tidak? Di satu sisi kami juga tetap dukung ketersediaan transportasi dengan transportasi massal, seperti Bus Rapid Trans (BRT) yang sudah beberapa kali kami berikan kepada pemerintah kabupaten atau kota,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani menyatakan bahwa untuk penentuan tarif ojek online, pihaknya tetap mengacu pada hasil riset mengenai tarif yang paling sesuai.

“Kami juga menanti hasil riset dari Institute for Transformation Studies (Intrans) untuk menetapkan berapa sebenarnya tarif yang sesuai untuk diputuskan,” ujarnya.

Menurutnya, karena ada pengemudi dari daerah- daerah yang sudah merasa cukup dengan besaran tarif yang ditentukan, ada yang merasa kurang. Sehingga diharapkan nantinya tarif yang ditetapkan bisa cukup untuk seluruh kesejahteraan pengemudi.

Baca juga ini ya...