Sriwijaya Air dan Lion Air Alami Insiden di Hari yang Sama




Dua maskapai swasta, Sriwijaya Air dan Lion Air, dalam hari yang sama mengalami insiden yang menyita perhatian publik. Insiden terjadi pada hari Jum’at (16/11/2018) di lokasi yang berbeda.

Insiden yang dialami Sriwijaya Air terjadi di Bandara Internasional Sultan Hassanuddin Makassar dan sedangkan Lion Air terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 589 tujuan Makassar-Jakarta dijadwalkan mengudara pukul 17.45 WIT. Namun tak kunjung berangkat hingga waktu tersebut. Setelah menunggu beberapa jam di ruang tunggu, para penumpang lalu diperkenankan naik ke dalam pesawat.

Namun kemudian pesawat mengalami kendala teknis dan pilot mengarahkan pesawat kembali ke apron saat sedang di taxiway menuju runway.

Disebutkan kompas.com, dari kokpit pilot kemudian memberikan pengumuman bahwa ada kendala teknis pada pesawat tersebut.

“Ada kendala elektrikal pada pesawat, sehingga penumpang diminta untuk tetap berada di dalam sambil menunggu perbaikan,” ujar pilot, seperti yang terdengar dari public address system (PAS) atau pengeras suara di kabin pesawat.

Hingga pukul 21.00 WIT pesawat tak kunjung terbang. Selang beberapa menit kemudian, sejumlah penumpang ada yang mengambil barang dari kompartemen bagasi dan menuju ke bagian depan pesawat.

Sejumlah penumpang yang ada di dalam kabin kemudian mengamuk dan memaksa turun.

Seorang penumpang mengaku trauma dengan kejadian yang dialami pesawat Lion Air penerbangan JT 610 pada 29 Oktober lalu, di mana pesawat jatuh karena ada kendala teknis.

“Bapak tahu ndak, pesawat Lion yang jatuh itu sebelumnya sudah ada kendala seperti ini di Manado dan Denpasar. Kami ini manusia, punya keluarga yang menunggu di rumah, bukan barang,” kata salah satu penumpang, saat bersitegang dengan petugas.

Petugas sempat menyebutkan bahwa pesawat telah diperbaiki dan baik-baik saja. Kemudian petugas itu meminta para penumpang kembali ke kabin.

Sayangnya penumpang tetap ngotot dan marah serta meminta pesawat yang akan mereka tumpangi diganti dengan pesawat lain.

Lion Air

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 561 rute Solo-Jakarta gagal terbang dari Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Jum’at (16/11/2018).

Menukil Tribun Jateng, pesawat yang membawa 102 penumpang itu awalnya sudah lepas landas. Namun secara tiba-tiba pilot membatalkan penerbangan.

Humas Bandara Adi Soemarmo Boyolali Danardewi mengatakan, bahwa hal tersebut disebabkan karena adanya gangguan pada indikator pesawat.

“Ada gangguan indikator. Tapi sekarang sudah bisa ditangani,” ujarnya.

Para penumpang kemudian dialihkan dengan penerbangan berikutnya, sedangkan 8 orang di antaranya memutuskan membatalkan penerbangan mereka.

“Sudah tertangani. Dialihkan ke penerbangan selanjutnya. Lion Air JT 537,” terangnya.

Sementara itu, menurut Station Manajer Lion Air Bandara Adi Soemarmo Aditya Yuda, sebelum batal terbang, pesawat JT 561 sempat delay.

“Pesawat harus return to appron (RTA), ada persoalan teknis yang terjadi di pesawat,” tandasnya.

Seorang penumpang bernama Okta Risa Sukmana sempat menceritakan kejadian itu di lokasi.

Dituturkannya, saat itu pesawat sudah melesat kencang, namun mendadak melambat lajunya saat mau naik.

“Pesawatnya sudah jalan kencang mau terbang. Pas mau naik itulah, tiba-tiba pesawat kembali melambat lagi, dan pilot menyampaikan ada kendala teknis melalui speaker dan kembali ke bandara lagi,” cerita Okta.

Okta mengaku sempat trauma hingga memilih membatalkan penerbangan.

“Saya batalkan jadinya penerbanganya. Saya trauma dengan kejadian itu. Apalagi pesawat Lion Air baru jatuh kemarin,” imbuhnya.

Ia juga mengaku bersyukur pilot membatalkan penerbangan.




Ayo baca ini juga….