Wed. May 22nd, 2019

Sebagai Pusat Olahraga, Gelora Bung Karno Belum Diperkaya Olahraga Dirgantara

Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sumber gambar: beritagar.id.

Sebagai pusat olahraga yang terletak di jantung Ibukota, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno ternyata menyimpan keunikan. Mengapa? Karena di tempat ini masih belum diperkaya dengan olahraga dirgantara.

Mungkin masih tergambarkan bahwa olahraga dirgantara itu seperti gantole, paralayang, paramotor, trike atau bahkan terjun payung, yang mana olahraga tersebut hanya bisa dilakukan di area pegunungan atau lapangan luas.

Olahraga dirgantara tidak sebatas itu. Masih ada jenis olahraga udara lainnya yang bisa dilakukan di tengah kota, di antaranya adalah aeromodelling dan drone.

Umumnya memang kegiatan olahraga udara digelar di lanud-lanud TNI Angkatan Udara (AU), sehingga jaraknya masih sulit dijangkau oleh masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor masih minimnya jumlah pehobi olahraga udara.

“Masyarakat itu masalahnya adalah jarak. Jadi seperti kita (menggelar kegiatan) di lanud-lanud dan bandara-bandara, itu yang menjadi masalah utamanya. Namun sekarang kita membawa semakin dekat dengan masyarakat. Seperti contohnya, kita beberapa waktu lalu baru saja selesai melaksanakan lomba foto udara drone di Glora Bung Karno,” ujar Sesdispotdirga TNI AU, Kol. Pnb. Agung Sasongkojati, Ahad (28/4/2019).

Untuk menumbuhkan peminat yang lebih banyak lagi, Dinas Potensi Dirgantara TNI AU membidik Gelora Bung Karno agar olahraga udara bisa eksis dan bergema di Ibukota.

“Nah Glora Bung Karno itu kan pusat olahraga, namun uniknya di sana belum ada olahraga kedirgantaraan. Padahal sangat memungkinkan kalau kita bikin (kegiatan untuk) aeromodelling atau drone (di sana). Minimal demo untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat pehaknya akan menyelenggarakan demo aeromedelling dan drone di Glora Bung Karno secara berkala. “Khususnya di taman kota,” tambahnya.

Agung juga menyebutkan, tahun ini kegiatan banyak olahraga dirgantara cukum banyak. Dia merinci, paralayang akan ada sekitar 10 perlombaan, terbang layang 3 lomba, drone atau aeromodelling ada 12 lomba. Selain itu, gantole akan ada 3 lomba, untuk microlight ada 2 lomba, terjun payung 4 lomba.

“Jadi cukup banyak lomba-lombanya,” tandasnya.

Baca juga ini ya...