Thu. Apr 25th, 2019

Sayap Pesawat Pelita Air Sambar Kepala Polisi di Papua

pelita air

Sayap pesawat Peita Air seri C-GNWU menyambar kepala seorang anggota Polisi yang sedang bertugas di Bandara Aminggaru Omukia, Papua, Sabtu (1/12/2018). Foto: Repelita Online.

Telah terjadi insiden kecelakaan pesawat di Bandara Aminggaru Omukia yang terletak di Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (1/12/2018) lalu. Sayap pesawat Peita Air dengan nomor seri C-GNWU menyambar kepala seorang anggota Polisi yang sedang bertugas. Akibatnya, anggota tersebut mengalami luka serius dan harus dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Mengutip pemberitaan viva.com (2/12/2018), Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, pesawat pengangkut BBM bersubsidi itu menyambar bagian kepala tubuh polisi karena pesawat sedang terbang rendah.

“Pesawat terbang rendah saat menyambar kepala anggota Polisi yang sedang melakukan pengamanan BBM di Bandara,” kata Kamal, Minggu (2/12/2018).

Diceritakannya, kejadian berawal saat Brigpol Jackson Ferdinandus dan Aipda Irwan selesai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat tersebut ke truk pengangkut BBM.

“Pesawat telah take off meninggalkan landasan bandara. Akan tetapi pesawat tersebut tiba-tiba mengarah kembali ke arah landasan dan melakukan manuver dengan cara terbang rendah kira-kira 2 meter dari landasan bandara,” jelas Kamal.

Ketika Matthew Michael Garnet (53), pilot pesawat tersebut, mencoba menaikkan pesawat sambil berbelok ke kanan, sayap sebelah kanan pesawat mengenai atau menyambar kepala korban dan mengakibatkan kepala bagian atas Jackson mengalami luka sobek.

“Saat itu juga dibawa ke Puskesmas Ilaga untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Karena luka yang yang cukup serius, kemudian di evakuasi ke RSMM Caritas Kabupaten Mimika guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, pilot yang merupakan WNA asal Amerika Serikat itu masih menjalani pemeriksaan dan dilarang untuk meninggalkan Kabupaten Mimika selama dalam pemeriksaan. Disebutkan Kamal, pilot akan menjerat dengan Pasal 359 KUHP karena diduga melakukan kelalaian dalam bertugas.

Pihak Airnav Indonesia dan Dinas Perhubungan di Bandara Aminggaru sebenarnya telah memberitahukan kepada semua pihak maskapai agar membuka operasional penerbangan di Bandara Aminggaru pada pukul 07.00 WIT.

Namun pesawat Pelita Air mendarat di Bandara Aminggaru pukul 06.15 WIT dan lepas landas dari bandara itu pukul 06.41 WIT tanpa sepengetahuan dari pihak Airnav maupun Dinas Perhubungan di wilayah itu.

Pihak Pelita Air sudah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan. Maskapai juga akan memberikan keterangan resmi pada hari ini (Senin, 3/12/2018) terkait insiden tersebut.

Baca juga ini ya...