Wed. Jul 17th, 2019

RNI Bidik Peluang Aerocity di Bandara Kertajati

Terminal BIJB atau Bandara Kertajati hampir rampung. Pada 24 Mei BIJB ditargetkan untuk mulai dioperasikan. Foto: Reni Rohmawati

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) siap memanfaatkan peluang di Aerocity di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka. Hal ini tercetus usai Direktur Utama PT RNI, Didi Prasetyo mengglar rapat khusus bersama Direktur Utama AP II, Muhammad Awaludin dan Sekda Pemprov Jabar, Iwa Karniwa di Gedung Sate, Bandung, Kamis (18/4/2019).

Menurut Iwa, RNI membidik kerja sama di kawasan aerocity dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan. “RNI ingin implementasi di aerocity sekaligus pengembangan kawasan segitiga Rebana,” ujar Iwa, seperti dikutip bisnis.com.

Dia menilai, ketertarikan RNI muncul karena BUMN ini memiliki aset di wilayah aerocity. Rencananya wacana ini akan dimatangkan dalam rapat teknis antara Pemprov, RNI dan PT BIJB.

“Nanti akan ada pembicaraan soal konsep-konsep. Ini mutlak disinergikan karena tanah RNI cukup luas di areal aerocity,” ujar Iwa.

Didi pun mengakui pihaknya ingin memanfaatkan lahan RNI di wilayah Kertajati yang terbilang cukup luas. “Kami punya keberadaan lahan di sana. Saat ini lahan masih perkebunan tebu, tapi dengan kerja sama ini kami inginnya nilainya lebih bagus lagi,” kata Didi.

Pihaknya masih menghitung luasan dan konsep bisnis yang akan dipergunakan untuk aerocity, sekaligus mensinkronkan dengan rencana kajian pemanfaatan ruang di kawasan tersebut.

“Perkebunannya masih aktif. Kalau dipertahankan sebagai kebun tebu sementara bandara sudah aktif, kendalanya cukup tinggi,” tandas Didi.

Baca juga ini ya...