Wed. May 22nd, 2019

QF739, Penerbangan Bebas Sampah Pertama di Dunia

Qantas luncurkan penerbangan bebas sampah pertama di dunia. Sumber gambar: Qantas.

Penerbangan QF739 maskapai Qantas yang melayani rute Sydney-Adelaide menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia penerbangan. Penerbangan pada 8 Mei lalu itu menjadi penerbangan bebas sampah pertama di dunia.

Penerbangan tersebut menjadi langkah awal bagi maskapai penerbangan asal Australia ini untuk mengeliminasi 100 juta plastik sekali pakai pada akhir 2020 dan memangkas 75 persen sampah yang dihasilkan pada akhir 2021.

Dalam keterangan tertulisnya, seluruh produk yang digunakan dalam penerbangan QF739 bersama awak kabin dari Qantas ‘Grean Team’ itu akan diubah menjadi kompos, digunakan kembali, atau didaur ulang, sehingga tak akan menjadi sampah yang menuju ke tempat pembuangan.

Saat keberangkatan, CEO Qantas Domestic, Andrew David mengatakan bahwa penerbangan uji coba ini merupakan tonggak bersejarah dalam perjalanan maskapai nasional Australia tersebut untuk memangkas sampah, tanpa mengurangi layanan yang diberikan.

“Dengan kapasitas penumpang yang melebihi 50 juta orang setiap tahunnya, Qantas dan Jetstar saat ini menghasilkan jumlah sampah yang setara dengan berat 80 pesawat 747 yang terisi penuh,” terang David.

David juga menyebutkan, penerbangan ini dapat menghasilkan 34 kilogram sampah sekali jalan, sehingga rute penerbangan Sydney-Adelaide menghasilkan 150 ton sampah setiap tahunnya.

“Penerbangan hari ini merupakan kesempatan untuk menguji produk kami, menyempurnakan proses pengolahan sampah maskapai, dan mendapatkan masukan dari para penumpang,” jelasnya.

Sekitar 1.000 benda berbahan dasar plastik sekali pakai diganti dengan alternatif berkelanjutan atau dihilangkan dari penerbangan tersebut, termasuk kemasan sajian susu dan Vegemite.

Produk alternatif yang digunakan saat penerbangan ini meliputi wadah makanan yang terbuat dari tebu, tisu yang terbuat dari bubur kertas bersertifikat, serta peralatan makan yang berbahan dasar kanji dari tanaman yang sepenuhnya dapat diubah menjadi kompos.

Usai makanan dinikmati oleh penumpang, awak kabin akan mengumpulkan barang-barang yang tersisa untuk digunakan kembali, didaur ulang, atau diubah menjadi kompos dalam beberapa arus pengolahan sampah.

Baca juga ini ya...