Apa itu Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa

mentor

Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa adalah istilah-istilah yang sering digunakan dalam bahasa Jawa, terutama dalam konteks sesorah atau pidato. Dalam konteks ini, Purwaka Basa merujuk pada bagian pembukaan pidato, Surasa Basa merujuk pada isi atau pokok pidato, dan Wasana Basa merujuk pada bagian penutup pidato.

Apa itu Sesorah?

Purwaka Basa terbaru

Sesorah adalah istilah pidato dalam bahasa Jawa yang memiliki tujuan yang berbeda-beda tergantung dari topik yang dibawakan. Pidato dalam bahasa Jawa memiliki struktur yang khas dan mengandung banyak aturan adat budaya Jawa.

Sesorah adalah istilah pidato dalam bahasa Jawa

Sesorah adalah pidato dalam bahasa Jawa yang biasanya disampaikan dalam acara-acara adat atau upacara. Pidato ini dapat berupa ungkapan rasa syukur, harapan, penghargaan, atau pesan-pesan penting lainnya. Dalam sesorah, penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar sangat penting untuk menghormati adat dan budaya Jawa.

Tujuan dilakukan sesorah berbeda-beda tergantung dari topik yang dibawakan

Tujuan dari sesorah dapat berbeda-beda tergantung dari topik yang dibawakan. Beberapa tujuan umum dari sesorah adalah untuk memberikan informasi, menghibur, menginspirasi, atau mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu. Dalam sesorah, penggunaan bahasa yang baik dan benar, serta penggunaan kata-kata yang bijaksana dan menghormati lawan bicara sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa

Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa adalah tiga bagian utama dalam sesorah dalam bahasa Jawa. Setiap bagian memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam menyampaikan pidato dengan baik dan benar.

Baca Juga :  ** Kata Yang Dicetak Miring

1. Purwaka Basa

Purwaka Basa adalah bagian pembukaan pidato dalam bahasa Jawa. Bagian ini berisi atur pakurmatan, atur puji syukur, dan penghormatan kepada pihak yang hadir dalam acara tersebut. Purwaka Basa biasanya dimulai dengan ucapan salam, seperti “Assalamu’alaikum” atau “Om Swastiastu”, diikuti dengan ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada pihak yang hadir.

2. Surasa Basa

Surasa Basa adalah bagian isi atau pokok pidato dalam bahasa Jawa. Bagian ini berisi pangarep-arep (harapan), pangajak-ajak (ajakan), dan tujuan dari sesorah. Surasa Basa merupakan bagian yang paling penting dalam sesorah, karena di sinilah pesan atau informasi utama disampaikan kepada pendengar. Dalam Surasa Basa, pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar sangat penting untuk memastikan pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar.

3. Wasana Basa

Wasana Basa adalah bagian penutup pidato dalam bahasa Jawa. Bagian ini berisi ucapan terima kasih dan permintaan maaf atas keseluruhan pidato jika ada yang salah dan tidak sesuai. Wasana Basa merupakan bagian yang penting untuk mengakhiri pidato dengan baik dan sopan. Dalam Wasana Basa, pidato biasanya diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada pendengar yang telah mendengarkan dengan baik dan permintaan maaf jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian dalam pidato yang disampaikan.

Sesorah Bahasa Jawa

Sesorah dalam bahasa Jawa memiliki struktur sesuai dengan tradisi dan adat budaya Jawa. Struktur sesorah ini meliputi Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa. Selain itu, ada juga aturan-aturan lain yang harus diperhatikan dalam sesorah bahasa Jawa, seperti atur pakurmatan, atur puji syukur, pangarep-arep, pangajak-ajak, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf.

Struktur Sesorah Sesuai Tradisi dan Adat Budaya Jawa

Sesorah dalam bahasa Jawa mengikuti struktur tradisi dan adat budaya Jawa. Struktur ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa. Setiap bagian memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam menyampaikan pidato dengan baik dan benar. Selain itu, dalam sesorah bahasa Jawa juga terdapat aturan-aturan adat budaya yang harus diperhatikan, seperti atur pakurmatan, atur puji syukur, pangarep-arep, pangajak-ajak, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf.

Baca Juga :  Motif Ekonomi Pengusaha

Pidato Bahasa Jawa

Pidato dalam bahasa Jawa memiliki kekhasan tersendiri. Penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar, penggunaan kata-kata yang bijaksana, dan penghormatan terhadap adat dan budaya Jawa sangat penting dalam pidato bahasa Jawa. Dalam pidato ini, penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar harus diutamakan untuk menjaga kesantunan dan keindahan bahasa Jawa.

Atur Pakurmatan dalam Sesorah

Atur pakurmatan adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan penghormatan kepada pihak yang hadir dalam acara tersebut. Atur pakurmatan meliputi pengucapan salam, seperti “Assalamu’alaikum” atau “Om Swastiastu”, dan penghormatan kepada pihak yang hadir, seperti ucapan terima kasih dan penghargaan. Atur pakurmatan penting untuk menjaga hubungan baik antara pembicara dan pendengar dalam acara tersebut.

Atur Puji Syukur dalam Sesorah

Atur puji syukur adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur. Atur puji syukur biasanya dilakukan pada bagian Purwaka Basa. Ungkapan rasa syukur ini dapat berupa ungkapan terima kasih kepada Tuhan, ungkapan terima kasih kepada pihak yang hadir, atau ungkapan rasa syukur atas keberhasilan atau pencapaian tertentu. Atur puji syukur penting untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan kepada Tuhan dan pihak-pihak yang berperan dalam acara tersebut.

Pangarep-arep dalam Sesorah

Pangarep-arep adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan harapan atau tujuan yang ingin dicapai melalui pidato tersebut. Pangarep-arep biasanya dilakukan pada bagian Surasa Basa. Harapan atau tujuan tersebut dapat berupa harapan untuk memotivasi pendengar, harapan untuk memberikan informasi yang berguna, atau harapan untuk menginspirasi pendengar. Pangarep-arep penting untuk memberikan arah dan tujuan yang jelas dalam pidato tersebut.

Pangajak-ajak dalam Sesorah

Pangajak-ajak adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan ajakan atau ajakan kepada pendengar untuk melakukan sesuatu. Pangajak-ajak biasanya dilakukan pada bagian Surasa Basa. Ajakan tersebut dapat berupa ajakan untuk berbuat baik, ajakan untuk melakukan perubahan, atau ajakan untuk melakukan tindakan tertentu. Pangajak-ajak penting untuk memotivasi dan menginspirasi pendengar agar melakukan tindakan yang diinginkan.

Ucapan Terima Kasih dalam Sesorah

Ucapan terima kasih adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan ungkapan rasa terima kasih kepada pihak yang hadir. Ucapan terima kasih biasanya dilakukan pada bagian Wasana Basa. Ucapan terima kasih ini dapat berupa ucapan terima kasih kepada pendengar yang telah mendengarkan dengan baik, ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam acara tersebut, atau ucapan terima kasih kepada Tuhan atas segala berkat yang diberikan. Ucapan terima kasih penting untuk menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pihak-pihak yang berperan dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Proklamasi Kemerdekaan Ri

Permintaan Maaf dalam Sesorah

Permintaan maaf adalah bagian dalam sesorah yang berkaitan dengan permintaan maaf atas kesalahan atau ketidaksesuaian dalam pidato yang disampaikan. Permintaan maaf biasanya dilakukan pada bagian Wasana Basa. Permintaan maaf ini penting untuk menunjukkan sikap rendah hati dan pengakuan atas kesalahan yang mungkin terjadi dalam pidato tersebut. Dengan melakukan permintaan maaf, pembicara dapat memperbaiki kesalahan dan memperkuat hubungan dengan pendengar.

Topik Terkait

Sesorah Bahasa Jawa

Sesorah dalam bahasa Jawa memiliki kekhasan tersendiri. Dalam sesorah bahasa Jawa, penggunaan bahasa yang baik dan benar sangat penting untuk menjaga kesantunan dan keindahan bahasa Jawa. Selain itu, pidato dalam bahasa Jawa juga mengikuti struktur sesuai tradisi dan adat budaya Jawa, seperti Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa.

Struktur Sesorah Bahasa Jawa

Struktur sesorah dalam bahasa Jawa terdiri dari tiga bagian utama, yaitu Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa. Setiap bagian memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam menyampaikan pidato dengan baik dan benar. Dalam sesorah bahasa Jawa, aturan adat budaya Jawa juga harus diperhatikan, seperti atur pakurmatan, atur puji syukur, pangarep-arep, pangajak-ajak, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf.

Pidato Bahasa Jawa

Pidato dalam bahasa Jawa memiliki kekhasan tersendiri. Penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar, penggunaan kata-kata yang bijaksana, dan penghormatan terhadap adat dan budaya Jawa sangat penting dalam pidato bahasa Jawa. Dalam pidato ini, penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar harus diutamakan untuk menjaga kesantunan dan keindahan bahasa Jawa.

Kesimpulan

Purwaka Basa, Surasa Basa, dan Wasana Basa adalah tiga bagian utama dalam sesorah atau pidato dalam bahasa Jawa. Purwaka Basa adalah bagian pembukaan pidato yang berisi atur pakurmatan, atur puji syukur, dan penghormatan kepada pihak yang hadir. Surasa Basa adalah bagian isi atau pokok pidato yang berisi pangarep-arep, pangajak-ajak, dan tujuan dari sesorah. Wasana Basa adalah bagian penutup pidato yang berisi ucapan terima kasih dan permintaan maaf atas keseluruhan pidato jika ada yang salah dan tidak sesuai.

Dalam sesorah bahasa Jawa, terdapat aturan-aturan adat budaya yang harus diperhatikan, seperti atur pakurmatan, atur puji syukur

Artikel Terkait

Bagikan:

mentor

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags