Pilot Maskapai Indonesia Belum Pernah Gunakan Simulator Airbus di Australia




simulator
Simulator Airbus A350 XWB. Foto: Airways Magazine.

Akhir-akhir ini marak terdengar pemberitaan tentang pilot Indonesia yang tidak lulus dalam ujian simulator Airbus di Australia, namun mendapatkan lisensi di Indonesia. Menanggapi hal tersebut dan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, Ditjen Perhubungan Udara menyampaikan bahwa selama ini pilot maskapai Indonesia belum pernah menggunakan flight simulator di Australia.

Fasilitas flight simulator Airbus yang digunakan oleh maskapai Indonesia selama ini berada di Dubai, Singapura, Miami dan Toulouse.

Melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Ditjen Perhubungan Udara telah berkomunikasi dengan provider penyelenggara training pilot di Australia terkait hal ini. Konfirmasi yang didapat dari pihak tersebut menyatakan bahwa belum ada pilot Indonesia yang melakukan training di sana.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Udara M. Pramintohadi Sukarno menjelaskan, prosedur penerbitan lisensi dan type rating yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengacu pada regulasi Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 61 tentang Licensing of Pilots and Flight Instructors dan sesuai dengan ICAO Annex 1.

“Untuk pelaksanaan training di luar negeri, tidak dapat diajukan perseorangan dan hanya dapat diajukan oleh perusahaan penerbangan yang ada di Indonesia dan mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pilot-pilotnya telah diseleksi terlebih dahulu oleh perusahaan penerbangan tersebut,” jelas Pramintohadi.

Pilot Indonesia lulusan sekolah pilot di luar negeri pun sudah memiliki pilot license dari otoritas penerbangan setempat melalui ujian terbang (flight check) terlebih dahulu. Kemudian pilot tersebut melakukan konversi lisensi pilot Indonesia untuk bisa terbang di maskapai nasional. Tentu konversi itu melalui pelatihan kembali di sekolah penerbangan yang ada di Indonesia.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan selalu konsisten terhadap ketentuan penerbangan Internasional khususnya proses lisensi pilot dengan mengacu kepada CASR 61 dan ICAO Annex 1”, tutup Pramintohadi.




Ayo baca ini juga….