Tue. Jun 18th, 2019

Perusahaan Hotel BUMN Cetak Laba Rp21Miliar Tahun 2018

PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN berhasil meningkatkan keuntungan dari Rp9juta pada tahun 2017 menjadi Rp21miliar tahun 2018. Tahun 2017 merupakan tahun pertama perusahaan hotel milik BUMN ini keluar dari daftar BUMN yang mengalami kerugian.

“Melihat kenaikan keuntungan yang besar itu kami suprise. Sebenarnya tanda-tandanya sudah terlihat pada pertengahan tahun,” kata Iswandi Said, Direktur Utama PT HIN dalam acara “2019 Year Beginning Media Gathering” di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Iswandi menambahkan, “Alhamdulillah tahun 2018 tak ada bencana yang berdampak pada tingkat hunian (occupancy rate) kamar-kamar hotel HIN. Beda dengan tahun 2017, yang sampai kehilangan ribuan kamar, sehingga occupancy rate turun.”

Tahun 2018, HIN meningkatkan occupancy rate 6,02 poin menjadi 69%. Jumlah kamar yang terjual naik 9,97%, terutama meningkatnya wisatawan domestik dan mancanegara. Penjualan secara online naik 40,36%. Dengan demikian, pendapatan perusahaan juga naik 101% dari tahun 2017 menjadi Rp41,752miliar.

Peningkatan pendapatan dan laba HIN tak lepas dari berbagai langkah, program, dan kegiatan, yang dilakukan di seluruh aspek kegiatan perusahaan. Di samping itu, HIN juga mendapat kepercayaan untuk menangani dan mendukung berbagai kegiatan internasional pada tahun 2018.

HIN melaksanakan pengelolaan layanan “Inviting Asian Games” dan konferensi internasional wanita (UN ICW) di hotel Grand Inna Malioboro, Yogjakarta, serta acara pertemuan tahunan World Bank-IMF di Bali. Salah satu hotel HIN, Inaya Putri Bali, menjadi “official hotel” bagi para delegasi IMF dan World Bank.

VP Sales & Marketing PT HIN Sakti Prameswari mengatakan, salah satu fokus pengembangan program pemasaran yang dilaksanakannya adalah penerapan strategi pemasaran 4.0. Diawali dengan pengelolaan “customer engagement” secara online serta memanfaatkan pandangan dan masukan dari pelanggan sebagai bahan perbaikan dan peningkatan pelayanan.

Program terbaru dalam upaya meningkatkan “engagement customers” adalah program loyalitas pelanggan bernama Hotel Indonesia Group Hospitality Rewards atau HIGH Rewards. “Ini baru diluncurkan. Dengan adanya loyalty program ini, kami ingin mendata pelanggan yang loyal. Kami ingin tahu apa kesukaannya, kebiasaannya, dan yang diinginkanya, dalam upaya meningkatkan nilai pelayanan kami,” kata Sakti.

Saat ini ada 15 hotel yang tergabung dalam HIN. Ditambah hotel-hotel yang dimiliki BUMN lain, jumlah keseluruhannya menjadi 32 hotel yang dikelola HIN. Untuk memperbaiki sarananya, merenovasi, dan up grade hotel, tahun 2019 investasinya Rp136miliar. Sementara itu, target labanya Rp17miliar.

“Laba itu sudah disetujui di RKAP yang ditetapkan pada tahun lalu. Pada pertengahan tahun, kami menargetkan angka itu dari perkiraan laba yang akan diraih tahun 2018 ditambah 15%. Ternyata pada bulan-bulan terakhir, keuntungan melonjak hingga mencapai Rp21miliar,” ungkap Iswandi. Walaupun targetnya Rp17miliar, tapi ia berharap dan berupaya agar laba yang diperoleh tahun ini lebih dari Rp21miliar.

Baca juga ini ya...