Perusahaan Asing Boleh Ikut Dalam Pengembangan Industri Aviasi Nasional




Bandara Komodo Labuan Bajo. Foto: Wikimedia.
Bandara Komodo Labuan Bajo. Foto: Wikimedia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetakan bahwa mereka terbuka untuk bekerja sama dengan sektor swasta maupun perusahaan asing dalam pengembangan industri aviasi Indonesia. Kerja sama dimaksudkan untuk memenuhi ketersediaan layanan kepada masyarakat sesuai dengan standar keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan.

“Pesatnya pertumbuhan lalu lintas udara akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat berujung pada besarnya pula sumber dana yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja mendorong tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta untuk turut berkreasi dan berinovasi baik dari sisi manajemen maupun operasional,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat pembukaan acara Airport Solutions Indonesia 2018, di Jakarta Convention Center, Rabu (5/12/2018).

Berangkat dari hal tersebut, kata Budi, pemerintah dalam hal ini Kemenhub berusaha mengedepankan skema – skema pendanaan alternatif untuk memenuhi ketersediaan layanan kepada masyarakat.

perusahaan asing
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi. Foto: Ery.

Menurutnya, dunia luar tau bahwa Indonesia terbuka untuk negara asing berinvestasi dan kehadiran perusahaan asing di sini juga menjadi suatu sentimen yang baik bagi turis yang akan datang ke Indonesia.

“Tingginya keinginan investor ditandai dengan kegiatan tender yang kita lakukan untuk proyek Bandara Labuan Bajo lebih dari 20 yang masuk. Tinggal kita seleksi mana yang terbaik untuk kita kerja sama,” sebutnya.

Dituturkannya, kerja sama yang dapat dilakukan berupa kerja sama pemanfaatan (KSP), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), maupun perubahan status Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

“Dengan status BLU, kerja sama parsial baik dalam bentuk kerja sama manajemen (KSM) atau kerja sama operasional (KSO) dapat tercapai,” papar Budi.

Dia berharap pola kerja sama tersebut dapat menekan penggunaan APBN serta memperlihatkan kreativitas para pengelola bandar udara.

Selain itu, budi juga menyebutkan pentingnya sektor udara dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Pemerintah serta stakeholder terkait dituntut mampu untuk bersaing dengan mengutamakan penyediaan layanan berbasis digital ataupun sejenisnya dalam dunia penerbangan.

“Kalau melihat perkembangan dari dunia aviasi memang satu proses persaingan yang sedang kita hadapi, keharusan kita melengkapi digital dan otomasi. Dengan itu kita bisa bersaing. Fenomena ini seharusnya menjadi peluang bagi Industri Penerbangan untuk bertumbuh lebih pesat lagi dengan mengutamakan penyediaan layanan berbasis digital ataupun sejenisnya,” tutup Budi.




Ayo baca ini juga….