Sat. Apr 20th, 2019

Penumpang Pesawat di Bandara Minangkabau Turun 3.000 Orang Perhari

lion air

Armada pesawat Boeing 737-900ER maskapai Lion Air dengan registrasi PK-LGY. Foto: Jetphotos

Penumpang pesawat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman turun hingga 3.000 orang per hari. Angka ini berdasarkan data yang dihimpun PT Angkasa Pura II. Penurunan ini dipicu tingginya harga tiket pesawat.

“Pergerakan penumpang saat ini untuk kepergian dan kepulangan hanya sekitar 7.000 penumpang, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11.000 penumpang,” kata Humas PT Angkasa Pura II BIM, Fendrick Sondra di Padang, Minggu (20/1/2019).

Disebutkannya, pada 18 Januari 2019 total penerbangan regional (datang dan pergi) sebanyak 29 pesawat, dengan jumlah pergerakan penumpang 8.657 orang. Sementara tingkat keterisian penumpang pada keberangkatan mencapai 88,92 persen dan kedatangan 74,14 persen.

Sedangkan pada 19 Januari 2019 jumlah pergerakan penumpang mencapai 7.795 orang, dengan rincian tiba 3.356 penumpang dan berangkat 3.202 orang. Tingkat keterisian pesawat sebesar 87,03 persen untuk kedatangan dan 82,08 persen untuk kepulangan.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua, khususnya bagi dunia pariwisata Sumbar, apakah terpengaruh atau tidak tentunya harus siap dan semoga pulih ke keadaan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara berdasarkan pengecekan harga tiket pesawat pada Minggu (20/1/2019) siang di salah satu situs daring, rute Padang- Jakarta kelas ekonomi keberangkatan pada 28 Januari 2018 kategori maskapai berbiaya murah, harga tiket mencapai Rp1.233.000. Biasanya harga tiket hanya sekitar Rp700.000.

Sementara itu, jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan rute Padang-Jakarta mengalami peningkatan hingga tujuh puluh persen dalam dua pekan terakhir.

“Kalau melihat dari data penumpang ada peningkatan dari Januari 2019, dengan peningkatan hingga tujuh puluh persen dibandingkan sebelumnya,” tutur Kepala Staf perusahaan bus PT Naikilah Perusahaan Minang (NPM) Perwakilan Padang, Heru Wanda.

Disebutkannya, dalam sehari biasanya pihak NPM memberangkatkan tiga atau empat armada bus (dua bus AC, dan dua bus ekonomi) dari Sumbar. Sedangkan saat ini, dalam sehari pihaknya memberangkatkan hingga tujuh armada dari kelas AC, dan ekonomi.

Baca juga ini ya...