Sun. Jun 16th, 2019

Pemudik Angkutan Udara Turun, Kemenhub: Efek Psikologis

Armada pesawat A320 Citilink Indonesia di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Sumber gambar: Ery.

Penurunan jumlah pemudik yang menggunakan jasa angkutan udara mengalami penurunan pada musim angkutan Lebaran tahun ini. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut hal ini sebagai efek prikologis kabar mahalnya harga tiket pesawat.

Kepala Balitbang Kemenhub, Sugihardjo menyebutkan bahwa penurunan jumlah penumpang ini berdasarkan catatan kementerian pada H+2 lebaran.

“Untuk moda udara semua berjalan lancar, bahkan ada kecenderungan jumlah penumpang turun. Sehingga enggak ada masalah dari sisi layanan,” ujarnya di Posko Mudik Nasional Kemenhub, Jakarta, Ahad (9/6/2019).

“Tadi saya konfirmasi, apakah ada kenaikan tarif pesawat. Sementara dari hasil pantauan tidak ada, karena memang logikanya kalau jumlah demand turun kan nggak mungkin tarifnya tinggi,” imbuhnya.

Menurut Sugihardjo, penurunan jumlah penumpang pesawat udara lebih disebabkan oleh aspek psikologis. Masyarakat memutuskan tidak menggunakan angkutan udara karena dipengaruhi kabar kenaikan harga tiket pesawat.

“Mungkin bisa lebih pada kondisi psikologis ya. Atau sebab lain kita belum teliti,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sesungguhnya jika membandingkan harga tiket pesawat terbang pada periode lebaran tahun ini dengan tahun lalu, maka harga tiket lebaran tahun ini harga tiket cenderung lebih rendah.

“Sebetulnya kalau masyarakat menilai tarif tiket pesawat mahal itu memang di rasakan pada periode normal. Sebelum lebaran, itu ada kenaikan bahkan ada bagasi berbayar dan sebagainya,” kata dia.

Kalau membandingkan pada saat lebaran sebetulnya lebaran tahun lalu, lanjutnya, waktu normal murah pas lebaran ke arah batas atas.

“Hal ini juga sama lebaran dijual batas atas. Seharusnya lebaran 2019 lebih murah karena batas atas sudah turun 15 persen,” pungkasnya.

Baca juga ini ya...