Sun. Jul 21st, 2019

Pembangunan New Yogyakarta Internastional Airport Sudah 53 Persen

Pekerjaan pembangunan Gedung Terminal New Yogyakarta International Airport. Sumber gambar: Humas AP I.

Progres pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo untuk tahap operasional terminal internasional telah mencapai 53 persen hingga minggu ke-30 pelaksanaan pekerjaan (6 Februari 2019).

Saat pengoperasian terminal internasional pada April 2019 nanti, fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) ditargetkan rampung 100 persen.

Di sisi udara, pekerjaan yang dilakukan adalah merampungkan landas pacu sepanjang 3.250 x 45 meter, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron.

Sementara di sisi darat pekerjaannya meliputi gedung terminal seluas 12 ribu meter persegi, gedung PKP-PK, masjid, Main Power House (MPH), gedung administrasi, serta gedung terminal kargo dan EMPU

“Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini sesuai jadwal yang telah tetapkan. Pada minggu kedua Maret nanti, ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan RI dapat dilakukan,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, Senin (11/2/2019).

Dia mengatakan, saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA secara keseluruhan telah mencapai 50 persen, yang dilengkapi dengan empat unit garbarata dan area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

Disampaikannya juga, Desember mendatang pembangunan NYIA secara keseluruhan akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1. NYIA akan memiliki gedung terminal seluas 210 ribu meter persegi. Luas tersebut digadang mampu menampung 14 juta penumpang per tahun, atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandar Udara Internasional Adisutjipto.

“NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kehadiran NYIA diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta serta memiliki multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” papar Faik.

Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa proyek NYIA juga telah memerhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak satu kilometer dari pantai.

Sementara apron berada di ketinggian 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 skala richter.

“Harapannya, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi semakin istimewa dengan hadirnya NYIA,” tutup Faik.

Baca juga ini ya...