Tue. Jun 18th, 2019

OBOR, Jalur Ular Besi Beijing-Melbourne Ditargetkan Selesai 2022

Ilustrasi jalur kereta. Sumber gambar: RailPictures.Net

Proyek jalur kereta api raksasa China, One Belt One Road (OBOR) dalam tiga tahun ke depan direncanakan akan bisa dinikmati. Jalur sutra yang membentang dari Beijing, China hingga Melbourne, Australia ini akan melewati sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Jalur kereta sepanjang 13.000 km ini akan melewati Semenanjung Melayu, Hanoi, Bangkok, Kuala Lumpur, Singapore dan beberapa kota penting lainnya.

Menembus Selat Malaka melalui terowongan bawah laut, OBOR akan melewati Pulau Sumatera, Pulau Jawa (termasuk Jakarta, Bandung & kota lainnya), lalu melewati Kupang untuk menuju Australia.

Kemudian jalur ini melewati jembatan sepanjang 550 km di atas laut menuju kota Darwin, Austalia. Jalur ini akan diteruskan ke Cairns, Brisbane, Sydney, Canberra hingga pemberhentian akhirnya di Melbourne.

Proyek OBOR dibangun oleh China Railway dengan menelan biaya sebesar 460miliar Dollar AS. Jalur kereta ini akan melewati 2 terowongan laut dan 5 jembatan laut. Kecepatan tempuh kereta bisa mencapai 400 km per jam.

Proyek OBOR didukung oleh China Investment Bank. Perkiraan waktu tempuh Beijing-Melbourne sekitar 48 jam.

Tiket kereta jalur sutra ini diperkirakan seharga 1.000 Euro. Diperkirakan tiap tahun moda lintas batas negara ini dapat mengangkut 200 juta penumpang. Multiplier effect ekonomi dengan adanya OBOR diperkirakan akan mencapai 200miliar Dollar AS.

Proyek ini dimulai awal tahun 2019 dan rencananya akan selesai pada akhir tahun 2022.

Baca juga ini ya...