Merpati Jadilah Maskapai Penerbangan Perintis




Assalamualaikum semua …

Merpati Nusantara Airlines sudah tak terbang. Namun beberapa kalangan masih menyebut namanya sebagai maskapai penerbangan. Seperti dicetuskan seorang anggota DPR RI beberapa hari lalu.

Merpati memang masih melekat di hati masyarakat, terutama di kawasan timur Indonesia. Jangan heran kalau beberapa kalangan yang masih merindukannya ingin Merpati terbang lagi. Terbang untuk melayani rute-rute perintis, bukan sebagai maskapai penerbangan komersial seperti Lion Air atau Sriwijaya Air.

“Merpati jadilah maskapai penerbangan yang melayani rute-rute perintis. Pasti untung,” ujar Capt John Brata, mantan pilot Merpati yang sekarang di Indonesia Aviation Watch (IAW) ketika bertemu pada acara Forum Discussion Group (FGD) Federasi Pilot Indonesia (FPI) di Jakarta, Rabu (30/1/2018). Katanya, buat apa Merpati terbang yang lain kalau dengan melayani rute-rute perintis operasionalnya pasti untung?

Dalam “Outlook Tahun Anggaran 2019 Ditjen Perhubungan Udara” yang disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti di Jakarta, Jumat (1/2/2019), ada 192 rute perintis yang ditawarkan Pemerintah pada maskapai penerbangan dengan subsidi angkutan BBM perintis 8.908 drum. Ditambah pula subsidi angkutan udara perintis kargo untuk 41 rute dengan subsidi angkutan BBM kargo 2.077 drum plus subsidi operasi angkutan kargo untuk dua rute.

Anggaran untuk penerbangan perintis tahun 2019 sekitar Rp532miliar, sementara tahun 2018 mencapai Rp604miliar dengan lebih dari 200 rute. Tahun lalu hanya ada empat maskapai yang melayaninya, yakni Susi Air, TransNusa Aviation, Airfast Indonesia, dan Martha Buana Abadi (Dimonim Air).

Tahun 2018, jumlah pesawatnya masih belum mencukupi ratusan rute perintis yang ditawarkan, sehingga banyak rute yang tidak diterbangi atau frekuensinya dikurangi. Beberapa rute memang ada yang berubah menjadi rute komersial, tapi yang perintis belum akan “mati”.

Jadi, Merpati yang dihidupkan lagi sebagai maskapai penerbangan yang melayani rute perintis pasti untung. Ungkap Capt John, “Kalau tidak untung, pasti karena manajemennya bodoh banget atau maling!”




Ayo baca ini juga….