Sun. Apr 21st, 2019

Mereka Sederet Anak Prodigy Penggempar Dunia

Ilustrasi. Sumber gambar: Shutterstock.

Child Prodigy” atau anak ajaib merupakan istilah bagi anak yang memiliki kejeniusan atau keistimewaan yang setara atau bahkan melampaui orang dewasa. Di usia yang sangat muda, bahkan balita, anak prodigy mampu menyetarai kecerdasan ilmuwan-ilmuwan top di dunia.

Saul Aaron Kripke. Sumber gambar: Kaskus.

Di dunia, mungkin hanya ada ratusan anak prodigy. Beberapa di antaranya mereka, yang namanya melejit seperti Saul Aaron Kripke (Amerika Serikat), anak berdarah Yahudi kelahiran 13 November 1940. Di usia empat tahun dia sudah menguasai Aljabar. Lulus sekolah dasar, dia telah menguasai Geometri, Filsafat, dan Kalkulus. Saat masih SMA dia pernah mengajar ribuan mahasiswa Universitas Harvard.

Elon Musk. Sumber gambar: digitaldojos.com

Elon Musk, lahir dan besar di Afrika Selatan tidak membuat ia menjadi gagap teknologi. Di usia 9 tahun, pria kelahiran 28 Juni 1971 ini membeli komputer pertamanya, Commodore VIC 20. Dia belajar pemograman dari buku “How to Program” hanya dalam waktu 3. Pada usia 12 tahun Elon berhasil menjual software game pertamanya, ‘Blastar’. Dia merupakan pendiri dan CEO Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX), perusahaan transportasi luar angkasa AS, serta salah satu pendiri dan CEO perusahaan mobil listrik, Tesla.

Terrence Tao. Sumber gambar: mainhistory.com

Terrence Tao (Australia), di usia 2 tahun dia telah mampu menghitung aritmatika dasar. Pada usia sembilan tahun, pria kelahiran 17 Juli 1975 ini sudah mengikuti kuliah matematika. Dia menjadi peserta termuda dan peraih medali emas dalam Olimpiade Matematika Internasional, saat usianya masih 13 tahun. Tao meraih PhD dari Princeton di usia 20 tahun, dan gelar profesor di UCLA pada usia 24 tahun. Pemilik IQ 230 ini juga telah mempublikasikan lebih dari 230 makalah riset.

Michael Kaerny Kean. Sumber gambar: Kaskus.

Michael Kaerny Kean (AS) yang lahir pada 18 Januari 1984, di Honolulu, Hawaii ini sudah menjadi mahasiswa saat berusia 10 tahun. Namanya meroket saat dia menjadi satu-satunya pemenang kuis Who Wants to Be a Millionaire dengan total uang yang diperoleh Rp9miliar.

Gregory Smith. Sumber gambar: Factinate

Gregory Smith (AS), bocah kelahiran tahun 1989. Dia terdaftar menjadi mahasiswa saat umurnya 10 tahun. Dia juga peraih Penghargaan Nobel Perdamaian termuda, saat itu usianya 12 tahun.

Akrit Jaswal, Sumber gambar: Báo Mới.

Akrit Jaswal (India), bocah kelahiran 23 April 1993 dengan IQ 146. Dunia seakan terguncang saat mengetahui Akrit sukses melakukan praktik operasi bedah pertamanya di usia 7 tahun terhadap seorang gadis yang menderita luka bakar.

Christopher Hirata. Sumber gambar: Princeton Alumni Weekly.

Christopher Hirata (AS), di usia 13 tahun dia peraih medali emas termuda dalam Olimpiade Fisika Internasional. Pada usia 14 tahun, pemilik IQ 225 ini menjadi mahasiawa di Caltech (California Technology), AS. Di usia 16 tahun, dia sudah bekerja dengan NASA dalam proyek kolonisasi di Mars. Pada usia 22 tahun, Hirata berhasil meraih gelar doktor (PhD) dari Princeton.

Alice Amos. Sumber gambar: Daily Mail.

Alice Amos, di usianya yang baru 3 tahun dia sudah tercatat sebagai bocah kecil dengan IQ 163, setara dengan Albert Einstein dan Stephen Hawking. Pada 2013 balita ini menjadi anggota termuda di MENSA, organisasi berisikan orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia. Dia menguasai bahasa Inggris dan Rusia, serta mahir di bidang matematika.

Lyonda Shafira Huwaidi. Sumber gambar: Ery.

Di Indonesia ada juga sosok yang terbilang prodigy, salah satunya Lyonda Shafira Huwaidi. Di usianya yang ke-15, gadis ini telah terdaftar menjadi mahasiswi di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), Jakarta.

Menginjak semester 2, dia berhasil memimpin timnya menjadi finalis dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tingkat nasional, mengungguli kontestan lainnya yang pada umumnya mahasiswa semester 4 dan 6. Pada September 2019, gadis kelahiran tahun 2000 ini menjadi lulusan Prodi Teknik Penerbangan termuda di Indonesia. Lyonda bercita-cita menjadi ahli roket yang dapat membanggakan Indonesia di mata internasinal.

Baca juga ini ya...