Mereka Bisa Menambah Jam Terbang




Assalamualaikum semua …

Berkumpul bersama belasan pilot pemula (ab initio) rasanya ikut muda lagi. Sama-sama ikut mendengarkan pengalaman Capt Fajar Nugroho, pilot Qatar Airways, dan sama-sama bertanya apa yang ingin ditanyakan. Semangatnya adalah agar pilot-pilot muda ini tidak patah semangat.

Belasan pilot itu berkumpul di hanggar Indonesia Flying Club (IFC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, tadi (22/9/2018) pagi sampai siang. Mereka rutin mengisi waktu sembari saling berbagi dan berdiskusi. Ada yang masih baru bergabung, memang. Walau masih malu-malu, tapi semua berbaur.

IFC atas inisiatif Capt Fajar membuka klubnya sebagai tempat berkumpul para pilot ab initio. Bukan hanya yang masih belum mendapat pekerjaan di airline, tapi yang kemudian beruntung diterima di airline pun masih berupaya untuk datang ke Pondok Cabe. Begitu juga dengan Capt Fajar, yang sengaja datang dari Doha, Qatar, dalam libur kerjanya untuk berbagi dengan para pilot muda itu.

Sigit Samsu, yang menyediakan dua pesawat Cessna 152 dan satu Cessna 172, senang melihat aktivitas di hanggar IFC. Bahkan dalam dua bulan terakhir, geliat aktivitasnya mulai terlihat nyata. Belasan pilot muda itu datang ke IFC, sebagian ada yang jadi anggota, sebagian lagi hanya mendaftar untuk ikut bergabung dan kumpul-kumpul. Semuanya diterima dengan baik oleh komunitas ini.

Setahun lalu, beberapa pilot muda sudah aktif di IFC, di antaranya ada Adel, Wisnu, Yanwar, dan Aldo. Mereka terbang dan menghidupkan pesawat-pesawat Cessna itu. Jam terbang dan pengetahuan, juga keterampilan dan sikap mereka, mengantarkan mereka lolos seleksi dan diterima di maskapai penerbangan. “Ada tujuh atau delapan ab initio yang sekarang sudah masuk airline,” kata Sigit.

Di IFC, pilot-pilot tersebut bisa menambah jam terbangnya. Untuk satu jam terbang dikenakan biaya Rp1,5juta untuk bahan bakar dan instruktur atau pendamping. Tambah jam terbang, tambah pengetahuan, tambah teman berbagi, bahkan networking yang positif.

“Jadilah Anda seorang pilot yang memiliki value,” kata Capt Vincent Raditya, pilot Batik Air, yang juga ikut kumpul-kumpul.

Foto: Reni




Ayo baca ini juga….