Menhub Minta Tim Boeing Klarifikasi tentang MAX 8




Jumpa pers Menhub tentang kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Foto: Reni Rohmawati.
Jumpa pers Menhub tentang kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Foto: Reni Rohmawati.

Kementerian Perhubungan akan menyampaikan detail apa yang perlu diklarifikasi dari tim Boeing Company. Tim dari pabrikan pesawat Boeing 737 MAX 8, jenis pesawat PK-LQP Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018, itu datang bersama tim NTSB (National Transportation Safety Bureau) dari Amerika Serikat ke Indonesia kemarin (31/10/2018).

“Kita akan mendiskusikan dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) terkait beberapa hal. Ada tiga hal yang perlu klarifikasi, tentang ketinggian, flight control, dan kecepatan. Nanti akan kita kembangkan apa saja yang mungkin terjadi di sana,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Menhub menambahkan, “Kita juga minta kejelasan soal proposal pesawat ini (Boeing 737 MAX 8). Mungkin saja ada ketidakcocokan pesawat ini dengan kompetensi pilot. Ada hal yang tidak diketahui pada waktu-waktu tertentu. Jadi, saya pikir apa yang kita lakukan saat Boeing datang adalah penting.”

Dalam hal performa dan operasional pesawat Boeing 737 MAX 8, pemerintah ingin mengetahui lebih detail lagi. Hal ini terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia operasionalnya, khususnya pilot dan teknisinya. “Kami sudah melakukannya, tapi barangkali masih belum lengkap,” ucap Menhub.

Sebelum terjadi kecelakaan JT 610 (29/10/2018), ada 12 pesawat Boeing 737 MAX 8 di Indonesia; 11 dioperasikan oleh Lion Air dan satu pesawat oleh Garuda Indonesia. Garuda mulai mengoperasikannya pada Januari 2018, sementara Lion sejak pertengahan 2017.

Malindo Air, anak usaha Lion Air Group di Malaysia, mendapat kehormatan untuk terbang komersial perdana Boeing 737 MAX 8 rute Kuala Lumpur-Singapura pada 22 Mei 2017. Namun kemudian seluruh operasionalnya dialihkan pada Lion Air.

Semula, Lion Air akan menerbangkan komersial perdana Boeing 737 MAX 9. Namun kemudian MAX 9 malah diterbangkan ThaiLion,  anak usaha Lion Air Group di Thailand, pada 2 April 2018 Air.  Saat ini, ThaiLion mengoperasikan dua MAX 9 dan akan datang dua unit lagi pada akhir tahun ini dan tahun 2019. Tahun 2019, Lion Air Group berencana untuk menambah lagi empat Boeing 737 MAX 8 bagi Lion Air dan tujuh untuk Malindo.

 




Ayo baca ini juga….