Menhub Harapkan Balitbang Perhubunggan Hadirkan Inovasi Transportasi




lion air
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Ery

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan memiliki isu rencanan perubahan peran mereka. Budi berharap, Balitbang Perhubungan mampu memberikan gagasan munculnya inovasi-inovasi pembangunan, strategi dan kebijakan terutama di bidang transportasi.

“Kementerian Perhubungan memiliki Visi selama 2005-2025, yaitu terwujudkan pelayanan transportasi yang handal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah,” kata Budi.

Seiring dengan perkembangan Megatrend 2045 dan Revolusi Industri 4.0 serta dengan memperhatikan tantangan ke depan di bidang transportasi, Balitbang dituntut untuk dapat merespon berbagai isu melalui pengkajian dan rekomendasi kebijakan.

“Konektivitas dan interaksi pembangunan dengan dunia digital akan semakin meningkat melalui teknologi informasi dan komunikasi,” cetusnya.

Budi menekankan, Balitbang Perhubungan harus mampu menjadi tim think thank Kemenhub. Dengan begitu, Balitbang bukan lagi menjadi badan pendukung (supporting bodies), melainkan masuk ke dalam proses bisnis internal (internal business process) dalam pengambilan kebijakan di Kemenhub.

“Sehingga penguatan organisasi Badan Litbang di Kementerian Perhubungan dapat tercapai dengan baik,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Budi menilai saat ini inovasi di bidang perhubungan atau transportasi sangat dibutuhkan, terutama dalam hal pelayanan. Beberapa di antaranya seperti pelayanan kargo atau semua hal yang berkaitan di dalam pelayanan di pelabuhan.

“Yang mikro harus diselesaikan dahulu. Karena kalau di mikro tidak selesai, bagaimana kita mau buat yang besar, inovasi banyak sekali,” tegasnya.

Budi memastikan, saat ini Kemenhub juga sedang membina sekitar 15 startup untuk menciptakan inovasi di bidang transportasi.

Menurutnya, dengan adanya startup yang didominasi generasi milenial, maka dapat memberikan terobosan dan solusi untuk transportasi darat, laut, udara, dan perkereraapian.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin mengharapkan hasil penelitian Balitbang Perhubungan dapat menjadi acuan. “Bahkan kalau bisa menjadi suatu regulasi yang baik,” imbuhnya.

Dengan demikian, Syafruddin memandang hal tersebut dapat mempercepat perbaikan dalam pelayanan publik yang dilakukan Kemenhub.




Ayo baca ini juga….