Sun. Jun 16th, 2019

Mengingatkan Pilot untuk Berperilaku sebagai Perwira

Assalamualaikum semua …

Kongres IV Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mencapai puncak dengan terpilihnya ketua umum yang baru untuk masa bakti 2019-2022. Dari hasil pemungutan suara, baik online maupun pemilihan langsung, maka Capt Iwan Setyawan terpilih menjadi Ketua Umum IPI dengan 211 suara dan wakilnya Capt Rama Noya dengan 70 suara. Dua kandidat lainnya adalah Capt Kresno Ajiasvino dengan 43 suara dan Capt Henry R Sitorus 20 suara. Kongres IPI ini berlangsung di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

IPI dibentuk untuk menampung aspirasi, serta menjaga harkat dan martabat pilot Indonesia, sekaligus sebagai wujud persatuan para Pilot Indonesia. Begitu yang tercantun dalam website-nya.

Awalnya, segenap pilot Indonesia melakukan pertemuan karena kuatnya animo untuk bersatu dalam satu wadah. Dari hasil pertemuan ini, diadakanlah kongres Solidaritas Pilot Indonesia di Jakarta pada 11 November 2015. Selanjutnya, diselenggarakan Kongres Pertama IPI di Jakarta pada 11 Januari 2016.

Kiprah IPI cukup aktif. Bukan hanya kegiatan yang melibatkan para pilot, tapi juga masyarakat, seperti Aviators Fun Walks & Run 5K di Jakarta pada September 2018. Kabar terbaru dari IPI disiarkan pada 2 Januari 2019. Bahwa IPI tidak terlibat dalam politik praktis; tidak terlibat dalam dukung mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI, serta tidak mencampuri urusan hak politik pribadi anggotanya.

Adanya kongres IPI mengingatkan kita bahwa betapa besar dan strategisnya peran dan profesi pilot. Seorang pilot adalah seorang perwira (officer). Begitu dikatakan almarhum Erlangga Suryadarma, praktisi penerbangan yang berkiprah di Airfast Indonesia. Perilaku pilot harus mencerminkan seorang perwira yang memiliki jiwa pejuang yang gagah berani. Maka dari mulai sekolah sampai berkarier, pendidikan keperwiraan selayaknya diterapkan secara berkelanjutan.

Erlangga, yang mengatakan hal tersebut dalam pertemuan tahunan INACA pada Oktober 2016 menambahkan, pilot berperan besar dalam menyatukan NKRI. “Siapa yang bisa masuk ke pedalaman; ke pelosok-pelosok yang tak bisa terjangkau transportasi darat dan laut? Para pilot itu yang terbang menembus awan masuk ke pedalaman Papua. Para pilot itu yang menyatukan republik ini,” tuturnya.

Inspirasi tersebut bisa menjadi pengingat untuk meningkatkan peran pilot. Sekaligus pula untuk menggugah kesadaran pilot agar lebih profesional dalam bekerja dan bangga pada profesinya.

Foto: IPI

Baca juga ini ya...