Mon. Jun 17th, 2019

Mencari Celah Pasar Helikopter Latih dan Wisata

Helikopter Bell 505 Jet Ranger X. Foto: Reni Rohmawati.

Helikopter Bell 505 Jet Ranger X mencari celah pasar di Indonesia. Setelah dioperasikan Whitesky Aviation untuk armada Helicity-nya, kini helikopter lima kursi untuk empat penumpang itu ditawarkan kepada sekolah pilot dan sektor pariwisata.

“Helikopter Bell 505 kami tawarkan ke sekolah-sekolah pilot karena cocok sebagai heli latih. Di Jepang, kami akan delivery lima unit yang akan digunakan sebagai helikopter untuk pelatihan coast guard,” kata Yudhistira Ardi Nugraha, Business Development Manager Bell Helicopter, dalam tur demo Bell 505 Jet Ranger X dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Sejak 21 Agustus 2018, Bell 505 berada di Jakarta dan mengajak IndoAviation untuk mencoba terbang di atas kawasan Halim. Menurut Senior Communications Strategist Bell Helicopter Asia Pacific, Eugene Tan, Jet Ranger X itu dikapalkan dari Kanada, pabrikannya, ke Singapura. Kemudian dirakit di Singapura dan terbang ke Indonesia.

“Ada beberapa kota yang akan kami singgahi untuk mengenalkan Bell 505 ini,” ujar Eugene. Setelah Jakarta, helikopter ini akan terbang ke Semarang, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.

Yudhistira menambahkan, selama di Jakarta, Bell 505 terbang ke Bandara Budiarto, Curug, untuk tur demo bagi STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Lantas ke Lapangan Terbang Pondok Cabe untuk dikenalkan pada Pelita Air Service. Sementara di Halim, beberapa sekolah pilot, seperti Genesa Flight Academy dan Flybest Flight Academy, diundang pula untuk ikut tur demo.

Balai Pendidikan & Pelatihan Penerbangan (BP3) Banyuwangi atau Sekolah Pilot Banyuwangi juga menjadi sasaran Bell 505. Sementara di Surabaya, beberapa pengusaha diundang untuk menikmati terbang demo helikopter yang bersuara halus ini.

“Kami akan tur demo selama dua minggu, yang terakhir di Bali,” ungkap Yudhistira. Sektor pariwisata akan dibidiknya dengan keunggulan Bell 505 yang kabinnya memiliki pandangan leluasa ke area di sekitarnya. “Frame bodi heli dengan view yang luas, sehingga penumpang yang duduk di tengah pun bisa leluasa melihat ke luar,” tuturnya. Sementara di Semarang, kata Yudhistira, Bell 505 akan tur demo untuk penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).

“Kami hanya akan mengenalkan helikopter yang merupakan pengembangan dari Bell 206 ini. Bell 206 namanya Jet Ranger juga, tapi kalau Bell 505 ditambah ‘X’, jadinya Jet Ranger X. Lama tidak produksi untuk jenis itu, maka kami kenalkan Bell 505 ini,” papar Yudhistira.

Potensi pasar helikopter di Indonesia sebenarnya sangat besar. Namun saat ini peruntukannya masih lebih besar untuk mendukung industri pertambangan, minyak, dan gas bumi. Padahal sepeti pernah dikatakan Direktur Utama Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja, pasar helikopter untuk fungsi lain, seperti evakuasi medis, air taxi untuk bisnis, dan pariwisata, juga masih besar. Apalagi sekarang ini sektor pariwisata sedang gencar dikembangkan dan menjadi prioritas untuk meraih devisa.

 

Baca juga ini ya...