Menanti Merpati Kembali




Model pesawat MC-21 ditampilkan pada pameran Indo Defence 2018 di Jakarta.

Assalamualaikum semua …

Berita yang hangat hari-hari ini rupanya tentang akan beroperasinya kembali Merpati Nusantara Airlines. Maskapai BUMN yang AOC (Air Operator Certificate)-nya dibekukan sejak Februari 2014 itu akan memulai operasinya tahun depan (2019).

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menerbitkan izin usaha dan izin operasional maskapai penerbangan di Indonesia belum menerima pengajuan dari Merpati (13/11/2018). Kalau untuk kembali beroperasi, Merpati harus mengajukan izin usaha dan izin operasi dari awal lagi.

Sebenarnya yang paling penting adalah kewajiban Merpati kepada para karyawan dan pengutang yang nilainya lebih dari Rp15triliun itu sudah ditunaikan. Kalau kewajiban ini ditunaikan, beroperasinya kembali Merpati pastilah takkan terkendala hal-hal yang krusial itu.

Mengutip berita tirto.id (11/11/2018), Merpati akan beroperasi lagi setelah pelaksanaan restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan. Menurut Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Capt Asep Ekanugraha, sejak perusahaan tidak beroperasi hingga kini, manajemen terus melakukan pembenahan, seperti menyelesaikan hak karyawan yang tidak digaji, serta berupaya meyakinkan pemerintah dan mengundang investor swasta untuk investasi.

Kata Asep, sudah ada investor swasta yang bersedia menanamkan investasi Rp6,4triliun untuk mengoperasikan kembali Merpati. “Saat ini adalah momentum yang tepat untuk perusahaan berkiprah lagi di bisnis penerbangan.”

Kontan.co.id (4/9/2018) menyebutkan, PT Intra Asia Corpora yang berminat membeli Merpati, kini resmi jadi investor. Kehadiran investor ini diharapkan mampu menolong Merpati lepas dari jerat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang kini tengah dijalaninya.

Salah seorang mantan direktur utama Merpati bersyukur jika perusahaan yang pernah dipimpinnya bisa beroperasi kembali. “Alhamdulillah, tapi setahu saya dulu (Merpati) berhenti terbang bukan karena pengadilan. Bukan juga karena piutang orang di Merpati, melainkan karena tidak sanggupnya manajemen Merpati untuk membiayai operasionalnya. Jadi, aneh kalau sekarang dibilang sah! Pengadilan memutuskan Merpati bisa terbang lagi? Dari dulu Merpati gak ada yang melarang terbang,” tuturnya.

Penekanannya, Merpati berhenti terbang karena tidak ada modal untuk beroperasi. Kenapa tak ada modal? Waktu itu, inilah yang harusnya dicari akar soalnya. Intinya, harus “bersih-bersih sebersih-bersihnya”. Namun kenyataannya, Merpati “ditutup” meninggalkan kekecewaan mendalam pada masyarakat, khususnya pelanggan setianya di Papua dan Nusa Tenggara, lebih khusus lagi karyawan yang cinta Merpati, juga pihak-pihak pendukungnya.

Sesulit apa pun, jika punya niat baik dan tekad kuat, in syaa Allah berhasil. Saya memang sangat senang jika Merpati terbang kembali. Terbang lagi dengan keren ke pelosok-pelosok terpencil dan dicintai masyarakat.

Kabarnya, hub penerbangan Merpati baru ini di Bandara Frans Kaisiepo, Biak. Pesawat yang akan dioperasikannya nanti adalah MC-21 dari manufaktur Irkut Corporation, Rusia. Pesawat jet ini sekelas Airbus A320 dan Boeing 737 MAX. Pesawat baru ini akan mulai diserahkan pada pelanggan pertamanya Aeroflot pada akhir tahun 2018.

Padahal saya berharap Merpati terbang ke pelosok, bahkan mengemban misi untuk penerbangan perintis. Kalau pesawatnya MC-21 berkapasitas 150-212 kursi, yang dipamerkan di Indo Defence Expo & Forum pada 7-10 November 2018 di Jakarta, tentu bukan untuk operasi tersebut.

Apa jenis pesawat yang cocok? Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan sudah melakukan penelitian dan survei, apa saja karakteristik dan spesifikasi pesawat yang pas untuk operasional di Papua dan Papua Barat. Barangkali kajian ini bisa menjadi acuan.

Ada juga pesawat N219 Nurtanio berkapasitas 19 penumpang, yang menunggu perhatian lebih dari pemerintah agar segera meraih sertifikasi dan bisa operasi. Boleh juga melihat Regio R80, pesawat sekelas ATR 72, yang sampai saat ini menanti pendanaan agar bisa diwujudkan.

Menanti Merpati kembali terbang cukup menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi, bahkan membanggakan, kalau Merpati terbang memang untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.




Ayo baca ini juga….