Membuka Peluang Pembiayaan untuk Maskapai




Assalamualaikum semua …

Pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah terhadap penerima modal menjadi prioritas saat ini. Untuk memfasilitasinya, pemerintah melalui Bappenas membentuk Tim Fasilitasi Pemerintah dalam Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA).

PINA sudah digandeng PT Angkasa Pura (AP) II untuk akselerasi proyek-proyek infrastruktur AP II menjadi lebih efisien dan optimal. Kedua pihak kemudian berkomitmen untuk mendorong dan bertemu dengan calon investor.

Apakah ada pihak lain selain AP II di sektor penerbangan yang sudah difasilitasi PINA? CEO PINA, Ekoputro Adijayanto mengatakan, “Kita mungkin akan coba eksplorasi Garuda Indonesia juga. Apa yang mungkin bisa kita lihat. Kita memang belum cukup paham industri pesawat terbang itu seperti apa karena rata-rata menggunakan pendekatan leasing.”

Namun bukan berarti tak ada jalan karena, kata Eko, kreativitas itu batasnya langit. “Kalau mereka (Garuda) datang pada kami, kita akan pelajari. Banyak alternatif pembiayaan yang bisa dilakukan,” katanya. Asal saja jangan sampai dari pembiayaan itu timbul persepsi seolah-olah menjual aset negara. “Itu sangat kita jaga.”

Bagaimana dengan maskapai penerbangan kecil, yang mengoperasikan pesawat-pesawat untuk penerbangan carter? Menurut Eko, financing itu spektrumnya luas. Ada yang dilihat dari sisi ekuitas, dari sisi utang, atau dari sisi antara utang dan ekuitas (hybrid).

“Problemnya kan mungkin di size. Ukuran mereka kan kecil-kecil. Namun kita tidak mungkin diskriminatif. Maka kita akan coba untuk bundle karena investasi itu rata-rata mau kecil atau besar sama saja. Dengan bundling atau paket bisa jadi cangkang investasi yang menarik bagi investor,” papar Eko.

Eko pun menekankan kalau pihaknya menerima dan melayani siapa pun yang datang untuk meminta bantuan. Fasilitator pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah ini sudah pula melayani pihak swasta yang meminta bantuanya. Namun masih banyak pula yang belum tahu atau enggan meminta bantuan PINA itu.

Pembiayaan memang menjadi hal krusial di industri penerbangan dan pesawat terbang. Mereka yang membutuhkan tak harus sungkan meminta layanan PINA. Kuncinya, datang dan bersama-sama saling memahami, kemudian meyakinkan pihak investor bahwa investasi itu bakal menguntungkan. “Potensi itu ada, tinggal bagaimana kita meng-unlock kreativitas kita dari sisi financing,” ungkap Eko.




Ayo baca ini juga….