Sun. Apr 21st, 2019

Memadukan Fungsi Tol Darat dan Laut Solusi Disparitas dan Konektivitas

Ansel Alaman memaparkan isi buku karyanya "Memadu Tol Darat dan Laut Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif". Foto: Reni

Disparitas, konektivitas, dan luas wilayah Indonesia menjadi alasan penting untuk memadukan fungsi tol darat dan laut. Untuk itu, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, antara lain, membangun infrastruktur tol darat, juga menyelenggrakan angkutan ternak dan barang lewat laut ke pelosok-pelosok. Namun upaya ini perlu perkuatan agar menjadi solusi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat, terutama yang hidup di pedalaman.

Demikian yang disampaikan dalam bedah buku berjudul “Memadu Tol Darat dan Laut Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif” yang digelar Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Jumat (12/42019). “Persoalan tersebut menjadi dasar dan telah diupayakan solusinya oleh pemerintah dan legislatif (DPR),” ujar Ansel Alaman, penulis buku tersebut.

Menurut Ansel, isi bukunya fokus pada upaya pemerintah mewujudkan kerja sama swasta memadukan tol darat dan tol laut. Buku tersebut menjelaskan kebijakan di sektor maritim dalam empat tahun terakhir, termasuk sektor anggaran serta posisi tawar-menawar (bargaining) pemerintah dengan legislatif.

“Karya tulis ini menyoroti infrastruktur dasar dan transportasi sebagai public goods untuk public service,” ucap Ansel.

Hadir pada bedah buku tersebut tiga pembicara, yakni akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning; Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman; dan Direktur Usaha PT Pelni, Harry Budiarto. Hadir pula Wakil Ketua Umum I INSA Witono Soeprapto sebagai pembahas, yang menngapresiasi karya tulis teraebht.

Digambarkan bahwa salah satu perwujudan tol laut telah diimplementasikan melalui Program Kontainer Masuk Desa. Program ini ditandai dengan pengiriman perdana 3 ton beras yang diangkut kapal Tol Laut KM. Logistik Nusantara II. Kapal yang berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, ini menuju desa-desa di Kecamatan Essang Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara dari

Buku tersebut juga diluncurkan untuk menggugah keadilan dalam pendistribusian atau distributif dan komutatif. Harry mengatakan, angkutan tol laut sudah cukup menggugah karena mampu mengurangi disparitas harga secara langsung. “Manfaatnya begitu besar dalam mengurangi disparitas harga,” ujarnya.

Harry pun berharap, program tol bisa berjalan tanpa mengurangi anggaran dari pemerintah. “Kendala-kendala pasti banyak, tapi pada akhirnya program tol laut bisa berjalan dengan sendirinya. Di samping itu, sekarang sudah ada regulasi, baik dari Kementerian Perdagangan maupun Dinas Perdagangan setempat,” tuturnya.

Tol laut tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan jalur angkutan darat, yang saat ini sudah dilengkapi dengan banyak jalan tol. “Apa yang dilakukan pemerintah dengan membangun jalur tol bisa dimanfaatkan, tapi sekarang belum maksimal,” ucap Kyatmaja.

Kyatmaja menjelaskan, pintu-pintu tol yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menjadi klaster-klaster. “Dengan adanya klaster-klaster itu, kendaraan yang mendistribusikan barang tidak harus mengirimkannya ke poin-poin yang makin jauh, sehingga harga akan berbeda dan makin jauh makin tinggi. Namun itu tidak bisa sekarang karena pembangunannya memerlukan waktu. Apa yang dilakukan sekarang sudah benar,” paparnya.

Ditambahkannya, “Pemerintah harus berperan tapi sebagai fasilitator. Penggeraknya pada akhirnya bisa dilakukan lewat sektor swasta.”

Saut Gurning menyambut baik buku mengenai tol laut. “Ini bisa menjelaskan pada masyarakat, apa itu tol laut,” katanya.

Menurut Saut Gurning, selama ini tol laut sudah banyak menunjukan peranannya dalam menurukan disparitas harga, walaupun masih perlu dioptimalkan lagi. “Kondisinya tidak selalu kelihatan, padahal keberadaannya sangat berperan untuk mengurangi disparitas harga secara langsung,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan dukungannya pada pelaksanaan program tol laut sebagai perwujudan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga dan konektivitas, program ini dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di desa-desa dan pelosok.

Baca juga ini ya...