Fri. May 24th, 2019

Lombok, Aceh dan Jakarta Jadi Destinasi Wisata Halal Utama Baru

wisata halal

Menteri Pariwisata, Arief Yahya memberikan cenderamata kepada Direktur Mastercard Indonesia, Tommy Singgih saat acara peluncuran Indonesia Muslim Travel Index 2018 di kantor Kementerian Pariwisata Indonesia (7/12/2018). Kredit foto: Dok. Mastercard-CrescentRating.

Lombok, Aceh dan Jakarta dinobatkan menjadi destinasi wisata halal utama baru menurut Mastercard-CrescentRating Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2018. Laporan indeks tersebut yang diluncurkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Jum’at (7/12/2018) lalu di Jakarta.

Sepuluh provinsi yang masuk dalam indeks tahun ini adalah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).

IMTI merupakan bagian dari rangkaian laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI).

Tahun 2016 silam, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membentuk tim percepatan pengembangan pariwisata halal untuk mendorong perkembangan dan promosi wisata halal di Indonesia. Trobosan itu dilakukan pemerintah di tengah meningkatnya persaingan dari negara-negara lain yang telah mengembangkan inisiatif pariwisata halal mereka.

Indonesia telah bekerja keras dalam mengembangkan infrastruktur dan layanan untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) muslim. Pemerintah juga secara konsisten telah meningkatkan posisinya secara global di GMTI, dari posisi ke-6 di tahun 2015 menjadi posisi ke-2 pada tahun 2018.

Lombok (diikuti Aceh dan Jakarta) yang berada di puncak indeks tahun ini telah membuktikan bahwa daerah itu sebagai salah satu destinasi tujuan paling lengkap di Indonesia untuk wisatawan muslim berdasarkan beberapa kriteria yang dianalisis.

Terkenal akan pantainya yang indah dan ‘rumah’ bagi lebih dari seribu masjid, Lombok telah menjadi yang terdepan dalam perkembangan destinasi wisata Halal. Pemerintah daerah setempat telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengedukasi para pemangku kepentingan dan mempromosikan Lombok sebagai destinasi yang ramah muslim.

“IMTI merupakan tonggak sejarah penting untuk mencapai target terkait wisata halal di tahun 2019, di antaranya adalah menjadi destinasi halal nomor satu, dan menarik 5 juta wisman muslim (25% dari total target wisman di tahun 2019),” ujar Arief dalam keterangan resminya, Rabu (12/12/2018).

Pariwisata halal adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri ini diprediksi akan menjadi sumber devisa terbesar di masa depan.

Indeks perjalanan ini memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk inovasi dan pertumbuhan segmen perjalanan halal di Indonesia.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut meliputi peningkatan konektivitas dan infrastuktur, serta mengembangkan konten online dan sumber daya untuk menarik lebih banyak wisman, sekaligus meningkatkan branding Indonesia secara keseluruhan di mata global sebagai destinasi halal.

Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip mengatakan “Melihat keindahan alam dan kekayaan budayanya, pariwisata menawarkan peluang pertumbuhan yang besar bagi Indonesia. Dengan posisinya sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki infrastruktur inti dan juga lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan para wisatawan Muslim.”

Baca juga ini ya...