KNKT Belum Bisa Simpulkan Sebab Jatuhnya B737 MAX 8 PK-LQP




Konferensi pers KNKT terkait ditemukannya salah satu black box pesawat B737 MAX 8 PK-LQP Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat. Foto: Ery.
Konferensi pers KNKT terkait ditemukannya salah satu black box pesawat B737 MAX 8 PK-LQP Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat. Foto: Ery.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa mereka telah memperoleh semua data dari berbagai sumber. Namun begitu, KNKT belum bisa menyimpulkan sebab terjadinya kecelakaan udara yang menimpa pesawat B737 MAX 8 milik Lion Air pada 29 Oktober lalu.

Diakui Koordinator Air Safety Investigation KNKT Oni Soerjo Wibowo, pihaknya memang mendapat permasalahan teknis yang belum bisa dipublikasikan.

“Kami mendapatkan memang telah terjadi permasalahan. Permaslahan lebih teknis, masih kami keep, karena akan kami buktikan dengan data yang terdapat dalam black box yang akan kami periksa malam ini juga. Untuk menyimpulkan penyebab masih perlu kajian dan analisa lebih lanjut, yang kami dapatkan hanya data saja,” ujar Oni saat jumpa pers di Kantor KNKT, Kamis (1/11/2018) malam.

Diungkapkan Oni, pihaknya belum mengetahui apakah Crash Surviveable Memory Unit (CSMU) dari black box yang ditemukan merupakan Flight Data Recorder (FDR) ataukah Cockpit Voice Recorder (CVR). Karena memang antara keduanya memiliki rupa yang sama persis.

“Kita akan periksa dulu, memverifikasi. Ada banyak cara, kami punya caranya, percayakan pada kami,” kata Oni.

Menurut Oni, untuk menganalisa penyebab kecelakaan pesawat Lion Air tersebut, semua data harus diambil dari kedua black box.

Tantangan yang dihadapi KNKT adalah CSMU yang ditemukan patah dari cangkang black box. KNKT belum tahu apakah CSMU tersebut masih serviceability dan bisa diunduh datanya.

“Kita masih belum tahu, belum kita periksa. Kita akan periksa malam ini, mudah-mudahan hari ini (data) bisa diambil. Mudah-mudahan kita bisa punya data,” harapnya.

Untuk proses mengunduh data dari CSMU black box hanya diperlukan waktu kurang dari dua jam, dengan catatan benda tersebut dalam kondisi baik.

Dengan kondisi CSMU yang demikian, KNKT perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah banda tersebut memiliki masalah atau kelainan. Jika demikian, maka tim investigasi KNKT akan dihadapken dengan masalah baru untuk mencari cara bagaimana mendapatkan data dari benda tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, inventigasi KNKT yang dibantu berbagai pihak untuk mencari black box lainnya masih berlanjut. Oni berharap satu black box yang masih dalam pencarian itu dapat ditemukan. Dengan begitu, akan memudahkan proses mengkaji dan menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat PK-LQP Lion Air.

“Operasi masih berlanjut untuk meng-cover salah satu recorder lagi. Kalau dua-duanya ketemu akan lebih bagus. Tapi kalau tidak ada, kita masih punya banyak cara untuk meneliti kecelakaan ini kenapa terjadi,” tutup Oni.




Ayo baca ini juga….