Kisah PD 2: Pemboman Leningrad, 650.000 Orang Tewas




Foto: Wikipedia / RIA Novosti archive, image #764 / Boris Kudoyarov / CC-BY-SA 3.0

Sembilanbelas September 1941, Pasukan Jerman mengebom sistem pertahanan udara di Leningrad (sekarang St. Perterburg) sebagai bagian dari upaya menguasai wilayah Uni Soviet. Serangan itu membunuh lebih dari 1.000 orang pasukan Rusia.

Tentara Jerman sendiri telah hadir di wilayah Uni Soviet sejak Juni 1941. Namun upaya untuk menyerang Leningrad menggunakan pasukan panzer gagal. Pimpinan tertinggi Jerman saat itu, Adolf Hitler, ingin memusnahkan Leningrad dan menyerahkannya kepada sekutunya, Finlandia, yang saat itu sedang menyerang Rusia dari sisi utara.

Kegagalan serangan pasukan panzer Jerman dipicu oleh kuatnya sistem pertahanan antitank di Leningrad, dan membuat laju pasukan Jerman tertahan. Pasukan Jerman mengepung Leningrad untuk mengisolasi kota itu dari wilayah Rusia.

The Fuhrer (Hitler) telah memutuskan untuk menghapuskan Leningrad dari muka bumi. Serangan udara yang terjadi tanggal 19 September 1941 sangat brutal.

Tertahannya pasukan darat Jerman dan penarikan pasukan panzer saat menyerang Leningrad tak menyurutkan niat Luftwaffee (angkatan udara Jerman) untuk menyerang kota itu. Sebagian pasukan Rusia bahkan sipil yang terbunuh tengah dalam pemulihan akibat luka perang. Pasukan udara Jerman menyerang apa saja yang ada di permukaan kota, termasuk rumah sakit.

Pengepungan terhadap Leningrad berlangsung 872 hari, dan terbukti berhasil melumpuhkan kota. Selama 1942 saja, lebih dari 650.000 warga Leningrad tewas akibat kelaparan, penyakit, dan serangan arteleri Jerman yang ditembakkan dari luar kota.