Sun. Jun 16th, 2019

Kemenhub Dorong Peningkatan Penggunaan Karet di Sektor Transportasi

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. SUmber gambar: Ery.

Untuk meningkatkan serapan karet dalam negeri, Kementerian Perhubungan mendorong penggunaan komoditas tersebut sebagai bahan baku pada industri di sektor transportasi.

“Kita akan bahas satu-persatu produk-produk karet yang dapat digunakan dalam sektor perhubungan. Contohnya seperti perlengkapan jalan, pembatas jalan, penggunaan pada aspal dan sebagainya. Kita dorong semuanya,” terang Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi usai menghadiri rapat di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Senin (25/2/2019).

Budi juga menyebutkan bahwa produk-produk serapan karet tersebut haruslah diproduksi oleh pabrik-pabrik di dalam negeri. Tujuannya untuk mendorong industri di Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Contoh yang paling besar adalah membuat ban dan vulkanisir, itu dilakukan di Indonesia. Justru dengan adanya ini yang selama ini import, kita lakukan di dalam negeri,” ujarnya.

“Punya karet sendiri, diproduksi oleh pabrik-pabrik, diberikan kepada masyarakat, lalu dipasarkan. Ini harus dikoordinasikan semua, terutama dengan Kementerian Perindustrian,” imbuhnya.

Pada kesempatan yag sama Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menambahkan, produksi karet ini dapat digunakan untuk pembuatan alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas. Antara lain seperti traffic cone, water barrier, roller barrier, hingga speed bump.

Dia berharap pemerintah siap menyerap 2.000 ton karet untuk dijadikan bahan campuran pembuatan aspal.

“Kebijakan ini akan mengangkat harga karet, terutama di beberapa sentra karet di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyakarat,” tutupnya.

Baca juga ini ya...