KAI Pasok Pesawat Latih Dasar dan Upgrade Jet Latih Lanjut TNI AU




pesawat latih
Model pesawat jet latih lanjut T-50 buatan Korean Aerospace Industries (KAI) di ajang Indo Defence 2018. Foto: Ery.

Korean Aerospace Industries (KAI) berhasil memenangkan kesepakatan baru dari TNI Angkatan Udara (AU). Dalam kontak tersebut, KAI akan memasok pesawat latih dasar KT-1B Woong Bee dan meningkatkan kapabilitas layanan pesawat jet latih lanjut T-50i Golden Eagle.

Kesepakatan tersebut diumumkan saat perhelatan hari kedua ajang Indo Defence 2018 di Jakarta, Kamis (8/11/2018). Nilai kontrak dalam kesepakatan tersebut sebesar 100 miliar Won Korea atau sekitar 1,3 triliun Rupiah (kurs: 12.99).

Dalam kesepakatan itu, KAI akan memasok tiga unit pesawat KT-1B serta akan menjalankan program modernisasi radar dan sistem persenjataan T-50i.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, pesawat latih dasar KT-1B buatan KAI akan dikirim ke TNI AU dalam tempo 28 bulan sejak penandatanganan kontak. Sementara program peningkatan kemampuan pesawat jet latih lanjut T-50i akan selesai dalam 25 bulan.

Dalam program pengadaan pada tahun 2003, TNI AU memesan 19 pesawat latih jenis tersebut dari KAI. KT-1B merupakan versi pesawat khusus, berdasarkan kebutuhan yang diinginkan TNI AU. Versi aslinya adalah KT-1 yang dioperasikan AU Korea Selatan (RoKAF).

Versi KT-1B TNI AU memiliki beberapa avionik yang berbeda dengan KT-1 RoKAF. KT-1B juga tidak dilengkapi dengan sistem navigasi udara taktis (TACAN).

TNI AU juga mengoperasikan 16 armada pesawat T-50i. Pengiriman pesawat jet latih lanjut tersebut dari KAI ke TNI AU berlangsung selama periode September 2013 hingga Januari 2014. Namun salah satu dari pesawat tersebut mengalami insiden pada tahun 2015.

Kontrak pengadaan jet latih T-50i senilai 400 juta Dolar AS yang ditandatangani pada tahun 2011. Pengadaan tersebut merupakan program peremajaan alutsista untuk menggantikan jet tempur Hawk Mk 53 TNI AU yang telah uzur.




Ayo baca ini juga….