Jepang Bangkit. Mitsubishi Regional Jet Segera Ramaikan Pasar




Mitsubishi Regional Jet. Foto : Mitsubishi Aicraft Corporation.
Mitsubishi Regional Jet. Foto : Mitsubishi Aicraft Corporation.

Tahun 2020 nanti pasar pesawat regional bermesin ganda akan diramaikan dengan kehadiran pesawat buatan Mitsubishi Jepang. Pesawat jet berkapasitas 90-an penumpang ini dibuat antara lain untuk memenuhi program pemerintah Jepang yang harus bisa membuat lagi pesawat secara mandiri. Mitsubishi sendiri kabarnya memang bukan pabrikan baru dalam pembuatan pesawat. Pada zaman perang dunia, pabrikan ini sudah memproduksi pesawat tempur.

Guna memenuhi program pengembangan pesawat komersial secara mandiri,  tahun 2003 lalu pemerintah Jepang pernah mengucurkan dana sebesar $420 juta US Dollar untuk  biaya riset. Kemudian dibuatlah perusahaan Mitsubishi Aircraft corporation, yang merupakan perusahan patungan dari Mitsubishi Heavy Industries pemegang mayoritas saham , Toyota Motor Corporation, dan Subaru Corporation.

Untuk memperlihatkan keseriusannya konsep dari pesawat regional ini, konsorsium pembuat pesawat memamerkan produknya di Paris Airshow 2007 dengan menghadirkan sekala penuh bentuk dari kabin pesawat yang terbuat dari komposit. Material komposit merupakan bagian utama dari prototipe pesawat yang dipamerkan itu. Dalam riset yang dikembangkan, matrial ini akan menjadi  rangka pesawat, sebagian besar dari bagian sayap, dan wingbox yaitu bagian yang menghubungkan bagian sayap dengan badan pesawat. Material ini menggantikan aluminium yang merupakan bahan utama pada pesawat-pesawat yang dikembangkan pabrikan lain.

Tahun 2010 proses pembuatan material komposit sudah dimulai, disusul dengan perakitan bahan-bahan utama rangka pesawat. Yang pertama dilakukan adalah membentuk kostruksi untuk emergency escape dari kokpit pesawat. Terbang perdana pun direncanakan pada April 2012, dan rencana ini tertunda. Penyebab utama dari penundaan karena  sertifikasi mesin pesawat yang akan digunakan yaitu Pratt&Whitney PW1200G belum lengkap. Terbang perdana pun baru dapat dilaksanakan pada 11 November 2015.

Mitsubishi mengklaim pesawat barunya, MRJ,  dapat menghemat bahan bakar 20% dari pesawat sejenisnya. Sedangkan dari segi kebisingan lebih rendah 40% dari pesawat sejenisnya. Pesawat juga dipersiapkan untuk bisa memenuhi seluruh peraturan  ICAO yaitu CAEP (Committee on Aviation Enviromental Protection), Chapter14.

Dari sisi teknologi kokpit, MRJ  dilengkapi dengan peralatan generasi baru seperti misalnya Controler Pilot Data Communications (CPDLC), Future Air Navigation System(FANS), Satellite-base Augmentation System (SBAS), Wide Area Augmentation System (WAAS) Automatic Dependent Surveilaince-Broadcast Out (ADS-B Out) dan masih ada yang lainnya.

Dalam masa pengembangan ini,  telah dibuat sebanyak tujuh pesawat tipe MRJ90 satu MRJ70. Kesemuanya digunakan sebagai pesawat uji coba. Hingga kini pihak Mitsubishi telah melakukan berbagai uji terbang dan mengantoni ribuan jam terbang. Rencananya, untuk produksi masal, Mitsubishi akan mengaktifkan lagi pabriknya yang terletak di Bandara Komaki, Nagoya.  Sebagai catatan tambahan, Bandara Komaki merupakan pusat produksi pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero pada masa Perang Dunia II.  ketika berlangsungnya Perang Dunia II.

Apakah kelahiran MRJ akan menjadi momentum baru bagi Jepang dalam kebangkitan dunia kedirgantaraannya? Kita tidak tahu persis. Yang jelas, Negara Matahari Terbit selain sukses membuat pesawat-pesawat tempur legendari pada masa Perang Dunia, juga sempat memproduksi pesawat propeler NAMC YS-11 sebanyak 182 buah. Selain itu, pabrikan Jepang lainnya, Honda, juga tengah memproduksi dan memasarkan Honda Jet-nya.

Akankan MRJ sukses di pasar pesawat regional? Kita lihat saja nanti setelah pesawat ini dipasarkan.




Ayo baca ini juga….