Wed. May 22nd, 2019

Jelang Operasional Bandara Internasional Yogyakarta, AP I Gelar Rangkaian Simulasi

Landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo. Sumber gambar AP I.

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo akan mengambil debut operasionalnya pada 29 April mendatang. Menjelang momen bersejarah tersebut, Angkasa Pura I (AP I) menggelar sejumlah simulasi untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengoperasian bandara. Simulasi terssebut dilakukan mulai hari ini (Sabtu, 20/4/2019) hingga 26 April mendatang.

“Simulasi ini untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjelang dioperasikannya Bandara Internasional Yogyakarta. Hal ini mengingat tingginya trafik penerbangan di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, Sabtu pagi.

Rangkaian simulasi tersebut akan menguji sejumlah aspek. Mulai dari moda transportasi penunjang dari dan ke bandara, hingga kelayakan infrastruktur penunjang pelayanan bandara.

Rangkaian simulasi dimulai dari aspek keamanan bandara oleh Komite Keamanan Bandara pada hari ini, simulasi operasional lapangan (24/4/2019) dan evaluasi simulasi pengoperasian bandara (25/4/2019). Terakhir, rangkaian simulasi ditutup dengan simulasi gabungan pengoperasian bandara bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti transportasi darat, maskapai penerbangan, petugas imigrasi, dan lainnya pada 26 April 2019.

Pada 22 April 2019 juga akan dilaksanakan penilaian potensi gangguan dan risiko (hazard identification and risk assessment/HIRA) oleh maskapai, rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta table top exercise operasi bandara pada 23 April 2019.

Faik menyebutkan, permintaan slot penerbangan untuk Bandara Adisutjipto Yogyakarta masih tinggi. Dengan dialihkannya penerbangan internasional dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta, maka permintaan slot penerbangan tersebut dapat diakomodir.

“Aspek keselamatan juga dapat lebih terjamin karena panjang landas pacu Bandara Internasional Yogyakarta sepanjang 3.250 meter lebih panjang dari runway Bandara Adisutjipto,” imbuh Faik.

Terkait kesiapan moda transportasi pendukung, hal ini akan dilakukan uji coba pada 24 April 2019 saat dilakukan simulasi operasional. Transportasi tersebut itu antara lain bus Damri, taksi, kereta api, dan kendaraan pribadi. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui waktu tempuh calon penumpang pesawat udara dari titik keberangkatan di Yogyakarta dan luar Yogyakarta menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

Pada 26 April juga akan disimulasikan pergerakan penumpang dari dalam dan luar kota hingga proses keberangkatan di terminal keberangkatan. Pada simulasi inilah infrastruktur dan layanan yang ada di bandara akan diuji. Peserta simulasi akan melakukan proses check-in, pengurusan imigrasi, memasuki lounge keberangkatan, melalui garbarata, sampai masuk ke pesawat. Pada hari itu juga akan dilakukan pendaratan pesawat.

Saat ini progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta untuk pengoperasian penerbangan internasional pada akhir April 2019 nanti telah hampir tuntas 100%. Sementara progres proyek keseluruhan yang ditargetkan rampung akhir 2019 mencapai 47%.

Baca juga ini ya...