Fri. Jul 19th, 2019

Ini Empat Keunggulan Sistem Transportasi O-Bahn

Sistem transportasi perkotaan O-Bahn. Sumber gambar: Flickr/ Damian Hill.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan mewacanakan akan mengkaji O-Bahn sebelum diterapkan sebagai sistem transportasi massal perkotaan di Indonesia. Moda transportasi ini merupakan busway berpemandu, yang memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Setidaknya, ada empat hal yang menjadi keunggulan O-Bahn. Pertama, bus tetap dapat keluar dari jalur khususnya dan beroperasi seperti bus biasa di jalan raya. Apabila ia bergerak di jalurnya, maka sifat pengoperasiannya seperti kereta rel.

Kedua, lebar perkerasan jalur khusus moda ini hanya selebar badan bus, ± 200 cm. Sedangkan lebar jalur lalu lintas di jalan berkisar antara 300-350 cm.

Ketiga, sarana moda angkutannya berupa bus biasa, hanya saja diberi tambahan roda horizontal yang dapat dilipat pada saat bus beroperasi di jalan umum. Roda horizontal berfungsi sebagai pemandu pada saat bus beroperasi di jalur khusus sehingga kemudi bus tidak sifungsikan. Pengemudi hanya mengatur kecepatan kendaraan saja.

Keempat, selain dapat menggunakan bus gandeng, moda angkutan ini dapat menggandeng dua hingga tiga bus biasa atau dua bus gandeng menjadi satu rangkaian, sehingga tidak ada lagi jarak (headway). Kelebihan ini memberi keuntungan tambahan karena penyediaan jasa – pada jam sibuk – hanya perlu menambahkan bus sehingga tidak perlu menambah pengemudi.

Baca juga ini ya...